Jakarta sedang bersiap. Di tengah peringatan datangnya fenomena El Nino, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengingatkan warganya untuk waspada. Ancaman utamanya, menurutnya, ada dua hal yang bakal paling terpukul.
“Jadi untuk El Nino, yang paling akan menjadi isu utama ada dua,” ujar Pramono di Balai Kota, Kamis kemarin.
“Yang pertama yang menyangkut ketersediaan pangan. Karena pasti ada beberapa yang mengalami problem. Yang kedua adalah masalah kesehatan. Terutama hal yang berkaitan dengan ISPA,” jelasnya, seperti dilaporkan Antara.
Nah, terkait ancaman kesehatan itulah, Pramono tak mau tinggal diam. Dia bilang akan segera menggelar rapat dengan jajarannya, terutama dengan Dinas Kesehatan DKI. Tujuannya jelas: mencegah sebelum semuanya terlambat.
“Antisipasi untuk menghadapi El Nino bagi Pemerintah DKI Jakarta kita akan melakukan tindakan preventif,” tegasnya. “Itu lebih baik daripada kejadian di lapangan.”
Lalu, seperti apa sih dampak El Nino yang dimaksud? Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati, membeberkan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Menurut penjelasannya, El Nino ekstrem bisa bikin suhu melonjak drastis.
Kekeringan pun tak terhindarkan. Belum lagi soal kualitas udara yang makin memburuk. Yang jadi masalah, semua faktor ini seringnya datang berbarengan. Dampaknya? Saling memperparah dan akhirnya benar-benar mengganggu kesehatan masyarakat.
Jadi, langkah antisipasi sejak dini memang terasa mendesak. Cuaca ekstrem bukan main-main, dan Jakarta harus siap menghadapinya.
Artikel Terkait
KPK Selidiki Komunikasi Silmy Karim dengan Pengelola Kampung Rusia di Bali
Kunjungan ke Mal Tetap Stabil, Daya Beli Tertekan Ubah Pola Konsumsi Masyarakat ke Produk Murah
Polisi Bekuk Pelaku Curanmor yang Kabur dari Mapolsek Cibinong, Ditangkap di Jakarta Selatan
Gempa M 7,7 Guncang Filipina, Tsunami Minor Landa Sembilan Wilayah di Indonesia