Mary Austin Akhirnya Lepas Rumah Peninggalan Freddie Mercury Setelah 30 Tahun

- Senin, 24 November 2025 | 22:10 WIB
Mary Austin Akhirnya Lepas Rumah Peninggalan Freddie Mercury Setelah 30 Tahun

Mary Austin, Kisah Cinta Abadi di Balik Legenda Freddie Mercury

Sudah lebih dari tiga dekade sejak dunia kehilangan Freddie Mercury. Tapi bagi Mary Austin, ingatan tentang sang vokalis Queen itu tetap hidup dan segar bagai kemarin.

Mereka pertama kali bertemu di tahun 1969. Saat itu Mary baru berusia 19 tahun, bekerja di sebuah toko pakaian di Kensington, London Barat. Kebetulan yang luar biasa, Freddie dan Roger Taylor juga berjualan pakaian di tempat yang sama.

Pertemuan itu langsung membekas di hati Mary. "Dia berbeda dari siapa pun yang pernah kutemui sebelumnya," kenangnya dalam wawancara dengan Daily Mail tahun 2013.

"Dia sangat percaya diri - sesuatu yang belum pernah kumiliki sebelumnya. Kami tumbuh bersama. Aku menyukainya dan hubungan kami terus berlanjut."

Mary menggambarkan Freddie sebagai sosok yang artistik dengan wajah liar. Jatuh cinta pada pandangan pertama? Tampaknya begitu.

Hubungan mereka berkembang pesat. Freddie dan Mary memutuskan tinggal bersama di apartemen Holland Road, London. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 1973, mereka pun bertunangan.

Tapi reaksi Mary saat menerima cincin pertunangan justru penuh kebingungan. "Saya melihatnya dan tak bisa berkata-kata. Saya ingat berpikir, 'Saya tidak mengerti apa yang terjadi,'" ujar Austin.

"Sama sekali tidak seperti yang saya harapkan. Jadi saya bertanya kepadanya, 'Di tangan mana saya harus memakai ini?' Dan dia menjawab, 'Jari manis, tangan kiri'."

Namun begitu, jalan tak selalu lurus. Tiga tahun setelah pertunangan, Freddie memutuskan untuk mengakhirinya. Mary sempat curiga ada perselingkuhan, tapi kemudian memahami alasan sebenarnya.

"Sungguh melegakan mendengar kabar itu darinya," katanya dalam Freddie Mercury: The Untold Story.

"Saya merasa beban berat telah terangkat. Setelah hal itu dibicarakan, dia seperti orang yang saya kenal di masa-masa awal."

Yang mengejutkan, justru setelah pertunangan berakhir, hubungan mereka malah semakin kuat. Mereka tetap tinggal bersama selama 20 tahun berikutnya.

"Kami menjalani 20 tahun lebih itu bersama. Di bawah atap yang sama. Bersama secara emosional," kenang Mary dengan penuh rasa.

Freddie sendiri pernah mengungkapkan betapa spesialnya Mary baginya. Dalam wawancara tahun 1985, ia berkata dengan penuh keyakinan.

"Semua kekasihku bertanya kenapa mereka tak bisa menggantikan Mary, tapi itu mustahil. Satu-satunya temanku hanyalah Mary, dan aku tak ingin yang lain."
"Bagiku, dia adalah istriku. Bagiku, itu adalah pernikahan. Kami saling percaya, itu sudah cukup bagiku."

Kesetiaan Mary terbukti sampai akhir. Dia menemani Freddie hingga detik-detik terakhir di tahun 1991, ketika sang musisi meninggal akibat komplikasi AIDS.

"Saya benar-benar kehilangan keluarga ketika Freddie meninggal. Dia segalanya bagi saya," ujarnya dengan suara lirih.

Freddie meninggalkan warisan yang tidak sedikit, termasuk rumah mewahnya. Mary menempati rumah itu selama 30 tahun berikutnya, dikelilingi kenangan-kenangan tentang pria yang begitu berarti dalam hidupnya.

Tapi beban itu terasa berat. "Saya jadi berpikir, 'Oh Freddie, kamu sudah meninggalkanku terlalu banyak, terlalu banyak, dan terlalu banyak yang harus kuhadapi.' Saya merasa tidak sanggup menanggungnya," akunya.

Akhirnya, di tahun 2024, Mary memutuskan untuk menjual rumah tersebut. Bukan karena tidak mencintai Freddie, justru sebaliknya.

"Tinggal di sini sungguh membahagiakan dan saya punya banyak kenangan indah. Sejak Freddie dan saya melangkah masuk ke pintu hijau yang legendaris itu, tempat ini telah menjadi tempat yang damai, rumah seniman sejati, dan sekaranglah saatnya untuk mempercayakan rasa damai itu kepada orang berikutnya."

Kini Mary hidup tenang bersama dua anaknya dari mantan suami, Piers Cameron, seorang pelukis. Pernikahan keduanya dengan pengusaha Nick Holford memang berakhir dengan perceraian, tapi cintanya pada Freddie tetap utuh.

"Saya merindukan keceriaannya, humornya, kehangatannya, dan energinya," ujarnya kepada BBC tahun 2023.

Bagi penggemar yang ingin mengetahui lebih dalam tentang hubungan spesial ini, Mary akan merilis buku bertajuk A Life in Lyrics pada 1 September 2026. Buku itu akan memuat cerita dan kenangan pribadi tentang Mercury, foto-foto dari koleksinya, serta lirik-lirik yang sebelumnya belum pernah diterbitkan.

Kisah cinta mereka yang kompleks dan mendalam ini bahkan semut diangkat dalam film Bohemian Rhapsody, dibintangi Rami Malek dan Lucy Boynton. Tapi tak ada yang bisa menggambarkan kedalaman hubungan mereka selain Mary sendiri, wanita yang meski tak pernah menjadi istri sah Freddie Mercury, namun selamanya menjadi separuh jiwanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar