Perbaikan Jalan di Lampung Tembus Target Lebih Cepat
Bandar Lampung - Kabar baik datang dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung. Menjelang akhir tahun 2025, mereka berhasil menyelesaikan seluruh paket perbaikan jalan yang dianggarkan. Tepatnya, 52 paket pekerjaan itu sudah rampung dikerjakan per akhir November lalu.
Memang, secara administrasi masih ada yang berproses. Tapi soal fisik di lapangan, semuanya sudah tuntas seratus persen. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah.
“Sebagian kecil masih dalam taraf PHO, progres administrasinya. Tapi secara fisik di lapangan sudah 100 persen selesai,” kata Taufiqullah.
Ia menambahkan, tahun ini progresnya jauh lebih cepat. Kalau tahun-tahun sebelumnya pekerjaan baru kelar di penghujung Desember, kali ini November sudah beres. “Biasanya Desember akhir baru selesai, tapi tahun ini di November sudah kita kejar-kejaran dan Alhamdulillah rampung,” ujarnya.
Nah, terkait dengan anggaran, Taufiqullah juga menegaskan satu hal penting. Tidak ada pekerjaan yang tersisa atau 'melompat' ke tahun depan karena masalah perubahan anggaran. Semua dipastikan tuntas di tahun 2025 ini.
“Kita enggak ada yang melompatin tahun. Semua selesai di tahun ini,” tegasnya.
Lalu, berapa panjang jalan yang diperbaiki? Totalnya mencapai sekitar 69,93 kilometer yang tersebar di berbagai titik di provinsi ini. Anggaran untuk proyek besar ini sendiri berasal dari APBD murni 2025, dengan nilai mencapai Rp450 miliar. Semua paketnya sudah melalui proses lelang yang dilakukan dalam dua tahap.
Di sisi lain, selain fokus pada badan jalan, BMBK juga tak lupa menggarap infrastruktur penunjangnya, yaitu jembatan. Ada 21 paket perbaikan jembatan yang dikerjakan. Perkembangannya? Hingga saat ini, sekitar setengahnya sudah selesai.
“Untuk jembatan, dari 21 paket, separuhnya sudah selesai. Sisanya akan dirampungkan pada Desember,” jelas Taufiqullah menutup pembicaraan.
Dengan demikian, capaian ini bisa dibilang cukup signifikan. Pengerjaan yang lebih cepat dari biasanya tentu diharapkan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Pemerintah Realokasi 58% Dana Desa untuk Koperasi, Proyek Infrastruktur di Sejumlah Desa Tertunda
Boiyen Resmi Gugat Cerai Suami, Akui Hanya Tiga Minggu Jalani Rumah Tangga
Mahfud MD Ungkap Lawakan Rakyat Jelang Lengser Soeharto: Petani Minta Jangan Dikenal Sebagai Penolong Presiden
Pallu Kaloa, Hidangan Khas Sulawesi Selatan dengan Kuah Kluwek Hitam yang Kaya Rempah