Oemah Etnik (OE) bersama desainer Wilsen Willim menghadirkan interpretasi baru batik melalui koleksi terbaru bertajuk Siklus 3.0: A Living Cycle of Everyday Batik. Koleksi ini diluncurkan secara spektakuler dalam pagelaran The Langham Fashion Soirée 2025 di Grand Ballroom The Langham Jakarta.
Kolaborasi ini menandai transformasi menuju babak baru yang membawa batik ke ruang lebih modern, dinamis, dan inklusif. Sebanyak 32 tampilan diperkenalkan dalam peragaan busana ini, menampilkan 15 muses ternama seperti Alexander Poindl, Faradina Mufti, Ivan Gunawan, dan Twinda Rarasati.
Koleksi Siklus 3.0 tetap mempertahankan motif khas kincir angin karya Wilsen Willim yang dibuat dengan teknik batik cap asal Pekalongan. Konsep yang diusung adalah everyday wear dengan busana ringan, fleksibel, dan mudah dikenakan berbagai suasana.
Warna-warna yang dominan dalam koleksi ini antara lain hitam, putih, merah, hijau, dan biru. Paduan motif batik dengan bidang warna polos menciptakan kesan segar bagi generasi baru yang mulai berkenalan dengan tradisi.
Berbagai item fashion hadir dalam koleksi ini, dari kemeja, kebaya janggan, celana, hingga korset dan dasi. Setiap potongan dirancang agar batik terasa relevan, kontemporer, dan tetap elegan. Beberapa highlight termasuk midi dress berekor dengan kacamata hitam yang chic, two pieces dengan high heels untuk tampilan kantor yang feminin, serta paduan topi dan ikat pinggang yang membuat batik lebih ready to wear.
Didukung oleh BRI dan Make Over, serta aksesori dari Optik Seis dan Bocorocco, Siklus 3.0 menjadi bentuk penghormatan pada tradisi yang berpadu dengan modernitas. Koleksi ini akan dipasarkan mulai 23 Oktober 2025 secara eksklusif di gerai OE di Kemang, Plaza Indonesia, dan Ashta District 8, serta melalui situs resmi OE.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Sebut Netizen Pengejek Dirinya dan Keluarga Ber-IQ Rendah
Ahmad Dhani Bekali Shafeea Hadapi Hujatan Warganet: Jangan Peduli yang Dungu
Fox Sports Buka Lowongan ‘Chief World Cup Watcher’ dengan Bayaran Rp870 Juta untuk Tonton 104 Pertandingan
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Herawati Laporkan Dugaan Pencekikan hingga Gaji Rp3 Juta Tak Dibayar