Berdiri di tengah keramaian kota, dikelilingi cahaya dan tawa, tapi kok rasanya sunyi sekali? Dunia di luar bergerak cepat, sementara kita seperti terjebak di satu titik. Hanya jadi penonton. Fenomena kesendirian di tengah banyak orang ini bukan cuma soal rasa asing. Ini lebih seperti cermin yang memperlihatkan betapa rapuhnya koneksi-koneksi yang kita bangun.
Di era sekarang, hal ini makin terasa nyata. Coba lihat media sosial. Kita punya ribuan teman dan pengikut, tapi seberapa dalam sih hubungan yang terjalin? Kita gemar membagikan foto atau status, tapi jarang sekali benar-benar berbagi cerita intim. Yang tercipta cuma ilusi kedekatan, yang ujung-ujungnya malah bikin kita merasa terasing. Di ruang publik pun sama saja. Kafe, mal, atau angkutan umum penuh sesak, tapi interaksi yang berarti hampir tak ada. Semua orang sibuk dengan layar ponselnya masing-masing.
“Keramaian bisa menipu, tetapi kesendirian mengajarkan kejujuran.”
Artikel Terkait
Pramugari Gadungan Palembang Tertangkap Basah, Batik Air Pilih Damai
Ammar Zoni Bongkar Peredaran Narkoba di Balik Jeruji Rutan Salemba
Bayi Lahir dari Perut, Bukan Rahim: Kisah Kehamilan yang Tak Disadari Seorang Ibu
Nisya, Pramugari Gadungan yang Tertipu, Akhirnya Diamankan di Bandara