Semua proses pengeboran, termasuk geophysical logging, diawasi langsung oleh PT Mandiri Intiperkasa melalui divisi geologinya. Untuk menembus tanah, mereka mengerahkan mesin bor jenis Jacro 250, 350, dan 450. Mesin-mesin ini disebut bisa mencapai kedalaman maksimal hingga 350 meter. Soal kualitas batu bara, pengujiannya dipercayakan kepada PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo).
Hasilnya? Selama kuartal pertama tadi, anak usaha MCOL berhasil menyelesaikan pemboran di 54 titik. Total kedalaman yang berhasil dicapai untuk pengeboran lubang terbuka adalah 647 meter.
Namun begitu, tampaknya perusahaan belum puas. Untuk kuartal II-2026, rencana mereka justru lebih ambisius. Mereka mematok target pemboran di 22 titik dengan total kedalaman yang jauh lebih dalam: 5.484 meter. Sebuah lompatan target yang cukup signifikan dibanding pencapaian kuartal sebelumnya.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025