Soal keberlanjutan, Bayu menegaskan komitmen perusahaan.
Kebijakan zero-burning atau tanpa membakar dalam kegiatan perkebunan adalah salah satu implementasinya. Mereka juga berfokus pada aspek people & planet, mulai dari mensejahterakan petani, menerapkan prinsip zero-waste, hingga komitmen no-deforestation untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kunci lain yang terus digarap adalah inovasi bibit. Saat ini, produktivitas sawit nasional rata-rata masih sekitar tiga ton CPO per hektar per tahun. UNSP mengklaim bibit unggul mereka punya potensi jauh lebih besar. Dengan program peremajaan, produktivitas bisa melonjak.
Angka itu didapat dari produksi 40 ton buah sawit per hektar per tahun dengan tingkat ekstraksi CPO 25 persen, berdasarkan hasil lapangan bibit bersertifikasi mereka. Artinya, tanpa menambah luas lahan, produksi CPO bisa berlipat ganda. Imbasnya, pasokan bahan baku untuk biodiesel nasional juga ikut terdongkrak.
Bayu melihat hal ini sebagai strategi jangka panjang.
Ke depan, UNSP akan tetap fokus pada peningkatan produktivitas kebun dan pabrik, serta melakukan perbaikan struktur permodalan. Optimisme pun mengemuka.
Artikel Terkait
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%
Latinusa Waspadai Tekanan Impor Tinplate, Bidik Pendapatan USD160 Juta pada 2026
Indocement Akhiri Program Buyback Lebih Cepat, Target 1,88% Saham Tercapai