Tak cuma Jepang. Peluang ke negara lain juga sedang dibuka lebar-lebar. Memang, tantangannya ada. Terutama soal bahasa.
"Walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," tutur Yassierli.
Baginya, program ini lebih dari sekadar angka. Ini tentang membuka cakrawala.
"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025
Latinusa Waspadai Tekanan Impor Tinplate, Bidik Pendapatan USD160 Juta pada 2026
Indocement Akhiri Program Buyback Lebih Cepat, Target 1,88% Saham Tercapai
Triniti Land Rencanakan Akuisisi Mayoritas Saham Prima Pembangunan Propertindo