“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasikan juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga menengah, supaya ada kombinasi,” katanya.
Lokasinya nggak cuma di Jakarta, lho. Wilayah lain seperti Bandung juga masuk dalam skema ini. Pemerintah mengaku sudah mengidentifikasi sejumlah titik potensial.
Maruarar lalu menyebutkan contoh konkret yang sudah berjalan.
“Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat. Saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan juga, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh Kereta Api Indonesia (KAI), 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses. Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026,” ujarnya.
Terakhir, ada satu lagi poin penting. Presiden juga dikabarkan telah mengarahkan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, untuk mempercepat penyediaan lahan. Dengan begitu, prosesnya diharapkan bisa lebih cepat dan masif.
“Nantinya lahan yang dipersiapkan Pak Nusron, kita juga sudah mendapatkan arahan untuk bisa dipersiapkan pembiayaannya dan pembangunannya oleh Danatara. Jadi sinergi ini tadi sudah diputuskan untuk bisa dikerjakan secara masif,” tandas Maruarar menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026
OJK: Potensi Penurunan Bobot Saham di MSCI Hanya Dampak Sementara