Segmen ini menyumbang Rp1,41 triliun, tumbuh 17 persen dari tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap total penjualan pun besar, mencapai 66 persen. Artinya, dua pertiga pendapatan TRIS masih bersumber dari aktivitas produksi.
Yang menarik, pasar ekspor ternyata punya peran krusial. Kontribusinya mencapai 59 persen terhadap total penjualan, atau setara dengan Rp1,02 triliun meningkat 13 persen year-on-year. Kinerja ekspor ini didongkrak oleh permintaan yang stabil dari pasar-pasar tradisional mereka.
Australia, Amerika, dan Jepang masih menjadi andalan. Namun begitu, sejumlah negara lain juga turut mendorong ekspansi perseroan di kancah global. Tampaknya, strategi mereka untuk menggarap pasar luar negeri membuahkan hasil yang manis.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar, Cair Awal Mei 2026