Di tengah dinamika industri konstruksi yang terus bergerak, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP sedang melakukan sejumlah penyesuaian penting. Tujuannya jelas: memperkuat fondasi keuangan untuk jangka panjang. Langkah ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan kinerja perusahaan tetap berkelanjutan.
Menurut sejumlah pihak dalam perusahaan, langkah awal yang diambil adalah menyempurnakan penyajian laporan keuangan untuk tahun buku 2024. Ini dilakukan setelah penelaahan menyeluruh. Prinsipnya sederhana: transparansi dan akuntabilitas. Semua harus sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Termasuk di dalamnya, pencadangan yang lebih hati-hati terkait penyelesaian klaim proyek.
Tak berhenti di situ, di tahun 2025 perseroan juga mengambil sikap kehati-hatian ekstra. Mereka mengakui penurunan nilai atau impairment atas aset tertentu di beberapa entitas anak. Ada juga pembentukan cadangan kerugian (CKPN) untuk piutang dan penyesuaian nilai persediaan. Intinya, ini soal memperkuat kualitas aset dan menerapkan manajemen risiko yang lebih prudent. Memang, langkah-langkah seperti ini langsung memberi tekanan pada laporan keuangan konsolidasi di periode tersebut. Tapi, manajemen bersikeras ini bukan tanda ada masalah operasional. Justru sebaliknya.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Langkah ini sejalan dengan arahan untuk merasionalisasi BUMN, termasuk integrasi di sektor Karya. Tujuannya memperkuat kapasitas dan stabilitas keuangan industri konstruksi nasional," ujarnya.
Artikel Terkait
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
BEI Umumkan Daftar Saham dengan Kepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Masuk Kategori