Di Jakarta, suasana politik internasional terasa hangat dalam beberapa pekan terakhir. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, ternyata cukup sibuk. Ia menyambangi sejumlah tokoh puncak negeri ini, mulai dari Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, hingga mantan Wapres Jusuf Kalla yang dua kali menjabat. Apa sebenarnya yang dibicarakan?
Menurut Boroujerdi, semua bermula dari gelombang simpati. "Banyak sekali tokoh di Indonesia, baik itu pejabat resmi maupun pejabat nonpemerintahan atau tokoh-tokoh di Indonesia, yang menyampaikan pesan kepada saya berupa ungkapan belasungkawa dan juga keprihatinan," ujarnya kepada awak media di kawasan Jakarta Selatan, Jumat lalu.
"Nah, ya sudah sepantasnya saya sebagai duta besar membalasnya. Saya ingin ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tulus atas setiap kata duka yang mereka sampaikan," tambahnya.
Namun begitu, pertemuan-pertemuan itu ternyata bukan sekadar ucapan terima kasih belaka. Boroujerdi mengaku juga menyampaikan laporan terkini tentang situasi di negaranya, termasuk imbas dari ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia merasa perlu memberikan gambaran langsung pada para tokoh yang sebelumnya telah menyatakan keprihatinan.
Di sisi lain, ada agenda yang lebih luas. Sang Duta Besar menegaskan bahwa kampanye antiperang terhadap Iran adalah langkah awal yang penting. Menurutnya, ini adalah cara untuk menolak peperangan terhadap siapa pun. Jadi, lewat pertemuan-pertemuan elit itu, ia sekaligus ingin menyuarakan kampanye perdamaian tersebut.
Lalu, bagaimana dengan kunjungannya ke kalangan ulama?
"Soal pertemuan dengan para ulama, kita tahu sendiri kan semangat solidaritasnya," ungkap Boroujerdi.
Ia lalu menyebut bagaimana ormas-ormas Islam seperti MUI bahkan telah menganjurkan Qunut Nazilah tanpa diminta. "Artinya, dukungan dan doa itu datang secara spontan dari saudara-saudara kita di sini. Itu yang sangat mengharukan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Panglima TNI Izinkan Prajurit Bantu Polri Berantas Aksi Begal di Sejumlah Wilayah
PT KCN Salurkan 33 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Cilincing dan Marunda Sambut Iduladha
Survei: 70 Persen Anak Muda Lebih Pilih Chat daripada Angkat Telepon, Kecemasan Jadi Faktor Utama
Mitra Statistik BPS 2026 Wajib Unggah Pakta Integritas, Gaji Diperkirakan Rp3–5 Juta per Bulan