PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ternyata belum selesai. Perusahaan tambang milik Garibaldi Thohir itu baru saja mengumumkan rencana baru yang lebih besar: mereka menambah alokasi dana untuk membeli kembali sahamnya sendiri. Kalau sebelumnya anggarannya 'cuma' Rp 4 triliun, kali ini naik jadi Rp 5 triliun. Gagasan besarnya tetap sama, yaitu mengeruk saham mereka yang beredar di pasar.
Dana sebesar itu sudah mencakup biaya transaksi, tapi belum termasuk komisi untuk broker dan biaya lain-lain yang biasanya muncul. Jadi, totalnya bisa lebih lagi.
Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Kamis lalu (2/4/2026), rencana ini akan dijalankan lewat Bursa Efek Indonesia.
"Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan," begitu penjelasan manajemen Alamtri.
Nah, untuk melegalkan langkah ini, perusahaan sudah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April mendatang. Mereka butuh restu dari para pemegang saham. Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama setahun, dimulai 18 April 2026.
Kalau dana Rp 5 triliun itu benar-benar habis dipakai, dampaknya cukup signifikan. Aset perusahaan, tepatnya ekuitas, bakal menyusut sekitar USD 294 juta. Tapi di sisi lain, laba per saham dasar justru diuntungkan naik dari USD 0,01526 menjadi USD 0,01668. Jadi, meski ekuitas berkurang, nilai per lembar sahamnya malah terdongkrak.
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar