ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun

- Jumat, 03 April 2026 | 13:50 WIB
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ternyata belum selesai. Perusahaan tambang milik Garibaldi Thohir itu baru saja mengumumkan rencana baru yang lebih besar: mereka menambah alokasi dana untuk membeli kembali sahamnya sendiri. Kalau sebelumnya anggarannya 'cuma' Rp 4 triliun, kali ini naik jadi Rp 5 triliun. Gagasan besarnya tetap sama, yaitu mengeruk saham mereka yang beredar di pasar.

Dana sebesar itu sudah mencakup biaya transaksi, tapi belum termasuk komisi untuk broker dan biaya lain-lain yang biasanya muncul. Jadi, totalnya bisa lebih lagi.

Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Kamis lalu (2/4/2026), rencana ini akan dijalankan lewat Bursa Efek Indonesia.

"Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui BEI dan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan," begitu penjelasan manajemen Alamtri.

Nah, untuk melegalkan langkah ini, perusahaan sudah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April mendatang. Mereka butuh restu dari para pemegang saham. Jika disetujui, periode buyback akan berlangsung selama setahun, dimulai 18 April 2026.

Kalau dana Rp 5 triliun itu benar-benar habis dipakai, dampaknya cukup signifikan. Aset perusahaan, tepatnya ekuitas, bakal menyusut sekitar USD 294 juta. Tapi di sisi lain, laba per saham dasar justru diuntungkan naik dari USD 0,01526 menjadi USD 0,01668. Jadi, meski ekuitas berkurang, nilai per lembar sahamnya malah terdongkrak.

Ini bukan kali pertama ADRO melakukan aksi beli kembali. Mereka sudah pernah melakukannya tahun lalu, tepatnya dari 16 Mei sampai 2 Juni 2025, tanpa perlu rapat umum pemegang saham karena mengacu aturan POJK. Hasilnya, 33 juta saham atau 0,11% dari total modal berhasil ditarik.

Tak berhenti di situ, aksi buyback dilanjutkan lagi dari 3 Juni 2025 hingga akhir Februari 2026. Periode kedua ini jauh lebih masif, menyerap 556,2 juta saham atau setara 1,89%.

Kalau dijumlah, total saham treasuri ADRO sekarang sudah mencapai 598,19 juta lembar. Itu sekitar 2% dari total saham yang beredar. Angka yang cukup besar.

Lalu, apa alasan di balik aksi besar-besaran ini? Manajemen punya penjelasan. Mereka bilang, langkah ini untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham ADRO di pasar. Dengan begitu, harga saham diharapkan bisa lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Selain itu, buyback juga disebut-sebut sebagai bentuk pengembalian yang baik bagi pemegang saham. Tak ketinggalan, kepercayaan investor pun diharapkan ikut naik. Strategi jangka panjang, tentu saja.

Jadi, kita lihat saja nanti bagaimana pasar merespons langkah ADRO kali ini. Rp 5 triliun bukan angka main-main.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar