Apri/Lanny Taklukkan Tekanan, Tiket Semifinal Indonesia Masters 2026 Dibayar Mahal

- Jumat, 23 Januari 2026 | 23:00 WIB
Apri/Lanny Taklukkan Tekanan, Tiket Semifinal Indonesia Masters 2026 Dibayar Mahal

JAKARTA - Tiket semifinal Indonesia Masters 2026 akhirnya berhasil direbut Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari. Namun, jalan menuju ke sana benar-benar tak mudah. Mereka harus berjuang mati-matian selama tiga gim yang penuh tekanan sebelum akhirnya menundukkan wakil Chinese Taipei, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan dengan skor 21-23, 21-18, dan 21-19.

Pertandingan sejak awal sudah terasa panas. Gim pertama berakhir dengan kekalahan tipis, padahal Apri/Lanny sempat memimpin 19-18. Momentum seolah hilang begitu saja. Gim kedua pun tak kalah mencekam. Mereka unggul jauh 9-2, tapi lawan berhasil bangkit dan malah membalikkan keadaan menjadi 10-9. Rasanya, semua bisa berakhir di sana.

Namun begitu, mereka berhasil bangkit. Kunci utamanya? Keberanian untuk keluar dari tekanan diri sendiri.

“Alhamdulillah kami bisa menangkan pertandingan ini dalam keadaan yang sehat,” ujar Apriyani usai laga.

“Saya berterima kasih kepada Lanny, dia mau upayakan untuk keluar dari tekanan diri sendiri. Padahal kami tahu, dia juga tegang tapi dia berani untuk keluar dari ketegangan itu,” tambahnya.

Memasuki gim penentuan, suasana benar-benar berbeda. Reli-reli panjang mendominasi. Apri dan Lanny tampak lebih mengendalikan tempo, bermain dengan kepala dingin. Mereka memilih untuk tidak terburu-buru.

“Hari ini cukup menegangkan untuk kami, cukup under pressure juga karena pola permainan kami di game pertama dan kedua sudah ketebak lawan,” jelas Apri.

“Setelah komunikasi dengan pelatih, kami olah dulu pukulannya, reli dulu, chop dulu, jangan terlalu nafsu menyerang.”

Lanny pun mengakui betapa tekanan sempat menggerogoti konsentrasinya. Di momen-momen genting, dia terus mengingatkan diri sendiri.

“Waktu ketinggalan tadi, saat servis saya berkata dalam hati untuk sabar, sabar jangan terlalu nafsu. Lalu diingatkan kak Apri dan mbak Titin (coach Nitya Krishinda Maheswari), jangan buru-buru,” tutur Lanny.

Kemenangan keras ini membawa mereka ke babak semifinal, di mana tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu: unggulan pertama turnamen, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dari Malaysia. Ini akan jadi pertemuan perdana mereka sebagai pasangan baru.

Tapi Apriyani punya modal percaya diri. Pengalaman individu di masa lalu jadi bekal berharga.

“Saya dan Lanny pernah menang dari mereka dengan pasangan kami masing-masing sebelumnya. Jadi kami cukup tahu kelebihannya Pearly apa, kelebihannya Thinaah apa,” kata Apri.

“Pokoknya harus fokus satu demi satu poin.”

Lanny sepakat. Baginya, persiapan mental adalah kunci berikutnya. “Di babak selanjutnya, kami mesti tingkatkan ketenangan dan keberanian kami di lapangan,” tegasnya.

Sayangnya, perjalanan wakil Indonesia lainnya harus terhenti di tahap yang sama. Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi takluk dari pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dalam tiga gim 21-16, 11-21, dan 14-21.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar