Dia menekankan, keterbukaan penuh dalam laporan keuangan adalah fondasi krusial untuk bisnis kedepannya.
Joko juga memastikan bahwa semua penyesuaian ini terukur dan berbasis prinsip kehati-hatian. Bukan sekadar urusan administratif belaka, melainkan upaya serius untuk memperkuat fundamental perusahaan.
"Kami meyakini langkah ini menjadi fondasi penting agar PTPP dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan ke depan," tegas Joko, Jumat (3/4/2026).
Lalu, apa rencana ke depannya? PTPP akan fokus pada beberapa hal. Pertama, tentu saja bisnis inti konstruksi. Mereka juga akan mempertimbangkan divestasi aset tertentu, memperkuat arus kas dengan mempercepat pencairan piutang, dan aktif memburu proyek strategis baik dari pemerintah, BUMN, maupun swasta. Pemilihan proyek pun akan lebih selektif, dengan mengedepankan manajemen risiko.
Dengan strategi tersebut, optimisme tetap dijaga. PTPP yakin posisi keuangan mereka akan semakin kokoh. Mereka berjanji untuk terus menyampaikan perkembangan secara transparan, sesuai aturan yang berlaku. Semua langkah ini, pada akhirnya, adalah sebuah investasi untuk masa depan yang lebih stabil.
Artikel Terkait
ADRO Tingkatkan Anggaran Buyback Saham Jadi Rp 5 Triliun
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
BEI Umumkan Daftar Saham dengan Kepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Masuk Kategori