PT Wijaya Karya (WIKA) baru saja mengamankan tiga kontrak infrastruktur yang cukup penting. Proyek-proyek ini menyentuh berbagai aspek, mulai dari transportasi, pengairan, sampai urusan logistik nasional. Nilainya? Tidak main-main, totalnya mencapai ratusan miliar rupiah.
Ketiganya meliputi Fly Over Jalan Sudirman di Muara Enim, rehabilitasi Bendung Karet Jatimlerek di Jombang, dan pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Paket II di Subang. Dua proyek pertama berasal dari Kementerian PU, sementara yang terakhir dari PT Jasa Marga.
Menurut Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, ini adalah bukti kepercayaan yang terus diberikan para pemangku kepentingan. "WIKA punya rekam jejak yang kuat di sektor infrastruktur transportasi dan sumber daya air," katanya.
Agung menegaskan komitmen perusahaan. "Kami akan jalankan semua proyek ini tepat waktu, dengan kualitas terbaik. Keselamatan kerja dan prinsip ramah lingkungan juga jadi prioritas kami," ujarnya dalam siaran pers yang dirilis Sabtu (20/12/2025).
Mari kita lihat lebih detail. Proyek Fly Over Muara Enim di Sumsel ini bernilai Rp177,22 miliar. Lokasinya strategis banget, melintasi perlintasan kereta api pengangkut batu bara dan penumpang. Jadi, fungsinya jelas: mengurangi kemacetan dan mencegah kecelakaan.
"Fly over ini diharapkan bisa mendukung kelancaran distribusi logistik energi di Sumatera Selatan," tambah Agung. Pekerjaannya sendiri cukup kompleks, mencakup pemasangan struktur baja, pondasi tiang bor, hingga timbunan dengan material khusus yang sudah memenuhi standar nasional.
Di sisi lain, ada proyek rehabilitasi bendung di Jawa Timur. Nilai kontraknya bahkan lebih besar, Rp268,33 miliar, dengan jadwal pengerjaan hingga 2027. Bendung Karet Jatimlerek ini vital fungsinya untuk mengatur elevasi air Sungai Brantas, terutama guna memenuhi kebutuhan irigasi sawah-sawah di sekitarnya.
Yang menarik, proyek ini memakai teknologi khusus bernama Pneumatic Spillway Gate with Rubber Bladder. Intinya, sistem pintu karet bertekanan udara untuk mengendalikan aliran air dengan lebih presisi.
Lalu, proyek ketiga adalah jalan tol akses menuju Pelabuhan Patimban. WIKA mengerjakannya dalam skema kerja sama operasi (KSO) dengan porsi saham 17,5%. Nilai total proyeknya sekitar Rp244,69 miliar.
Agung berharap proyek tol ini bisa memperkuat konektivitas. "Patimban kan salah satu simpul logistik nasional. Dengan akses yang lebih baik, arus barang dan distribusi industri di Jawa Barat pasti lebih lancar," tuturnya.
Dengan ketiga proyek baru ini, portofolio WIKA makin bertambah. Perusahaan BUMN konstruksi ini optimis bisa terus berkontribusi pada pembangunan infrastruktur strategis yang dampaknya langsung terasa oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar
Pendapatan HAJJ Tembus Rp287,64 Miliar di Kuartal I-2026, Margin Laba Kotor Melonjak 55 Persen