Kas dan Bank mereka meledak 3.950 persen menjadi Rp110,15 miliar. Ini sinyal likuiditas yang sangat kuat, modal penting untuk mendanai rencana ekspansi ke depan.
Memang, liabilitas juga naik jadi Rp44,87 miliar, terutama karena utang usaha yang bertambah seiring volume operasi. Tapi, total ekuitas tumbuh hampir 93% menjadi Rp315,36 miliar. Struktur permodalan ini terlihat sehat, dengan rasio utang terhadap ekuitas yang tetap terjaga rendah.
Capaian tahun 2025 ini jelas mengukuhkan Folago sebagai pemain serius di industri digital. Mereka berhasil menyeimbangkan antara pertumbuhan pendapatan yang agresif dan efisiensi yang akhirnya melahirkan profitabilitas tinggi.
Perlu diingat, emiten ini sebelumnya bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk. Akuisisi oleh PT Matra Tri Abadi (MTA) pada Agustus 2025 menjadi titik balik. MTA menjadi pengendali baru dan mengubah nama perusahaan.
Tak berhenti di situ, aksi korporasi dilanjutkan dengan mengakuisisi dua perusahaan milik Baim Wong, yaitu PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong. Langkah ini diambil untuk memperkuat bisnis Multi Channel Networking (MCN) dan digital gift mereka.
Semua perubahan itu, rupanya, membawa angin segar bagi kinerja keuangan Folago.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis