Meski ada bantahan itu, efek psikologis dari pengumuman Trump ternyata sudah terlanjur bekerja. Kekhawatiran investor mencair. Ini terlihat jelas dari anjloknya harga minyak mentah seketika setelah pernyataan itu beredar.
Harga minyak West Texas Intermediate terpangkas 10 persen, menyentuh level sekitar 89 dolar AS per barel. Sementara minyak Brent, patokan global, jatuh di bawah level psikologis 100 dolar per barel.
Sebelumnya, situasinya memang cukup mencekam. Akhir pekan lalu, Trump memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran. Isinya, jika Selat Hormuz tidak dibuka, AS akan menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran. Ancaman itulah yang akhirnya ditunda.
Dalam unggahannya, Trump menyebut penundaan ini berlaku untuk lima hari ke depan. Pasar kini menunggu, apa yang akan terjadi setelah tenggat waktu itu berakhir.
Artikel Terkait
Harga Jual Emas Antam Stagnan, Harga Buyback Anjlok Rp80.000
Analis: Koreksi IHSG Belum Masuk Kategori Krisis Sistemik
Harga Minyak Jatuh 11% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
Gubernur Fed Stephen Miran Desak Pemotongan Suku Bunga Lebih Agresif Dukung Pasar Tenaga Kerja