Perilaku seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) tiba-tiba jadi perhatian publik. Namanya Amal Said, dan ia tersandung kasus tak biasa: meludahi seorang kasir swalayan. Kini, sang dosen berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, jauh dari sorotan hukum.
Insiden itu terjadi di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Korban, seorang kasir berinisial N yang masih 21 tahun, sudah melaporkan kejadian memalukan itu ke polisi. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan momen itu dengan jelas.
Dalam video, terlihat seorang pria berbaju hitam lengan panjang, rambutnya mulai beruban, sedang berbelanja pada Rabu lalu. Itulah Amal Said. Awalnya ia antre seperti biasa, keranjang belanja di tangan. Tapi kemudian, ia tiba-tiba bergerak maju, memotong antrean dan langsung menuju ke meja kasir yang sedang melayani pelanggan lain.
Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Saat kasir sibuk memasukkan barang ke dalam kantong plastik, Amal membuka dompetnya. Lalu, dengan gerakan cepat dan tak terduga, ia meludahi sang kasir yang ada tepat di depannya.
Rektor UIM, Prof Muammar Bakry, membenarkan pria dalam video viral itu memang staf pengajar di kampusnya. Pihak universitas, kata dia, segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti.
"Tentu dekannya sudah komunikasi. Entah bagaimana komunikasinya. Kan berjenjang, ada dekannya, ada atasannya dia,"
Begitu penjelasan Muammar saat dikonfirmasi Jumat lalu.
Versi Sang Dosen
Di sisi lain, Amal Said punya cerita sendiri. Ia membantah keras tuduhan bahwa dirinya sengaja menyerobot antrean.
"Saya kan dituduh menyerobot antrean. Sebenarnya ndak, saya itu kan pindah dari antrean yang tujuh orang di situ ke antrean yang sudah kosong. Tidak benar itu saya menyerobot,"
Begitu pengakuannya pada Sabtu.
Menurut Amal, saat itu ada lima meja kasir berjejer. Salah satunya kosong dan tak ada tanda-tanda ada orang yang mau menuju ke sana. Makanya ia memutuskan pindah. "Kan tidak salah kalau di supermarket begitu kan," ujarnya mencoba membenarkan tindakannya.
Ia mengaku awalnya transaksi berjalan lancar. Kasir itu pun melayaninya tanpa masalah. Namun, emosinya naik saat sang kasir mempertanyakan mengapa ia tidak tetap mengantre di barisan yang lama.
"Tapi, itu yang mestinya kasih masuk barang, itu yang bilangi, 'Kenapa kita tidak ikut antrean?'. Saya bilang, 'Saya mau antre bagaimana?'. Kan kosong ini (meja kasir),"
Jelas Amal. Dari situlah situasi memanas, dan berujung pada insiden meludah yang kini jadi buah bibir banyak orang.
Artikel Terkait
Pakar Fengshui Ungkap Makna Filosofis dan Aturan Tak Tertulis Hidangan Imlek
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Cemari Sungai Jeletreng, Ikan Mati Mengambang
Kuasa Hukum Bantah Dakwaan Korupsi Plaza Klaten: Klien Bantu Daerah dengan Dana Pribadi
Eksodus Tenaga Kerja Selandia Baru ke Australia Capai 70.000 Orang dalam Setahun