Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, baru-baru ini membeberkan perkiraan biaya untuk menangani dampak bencana di Sumatera. Angkanya tidak main-main: sekitar dua triliun rupiah. Itu hanya untuk pemulihan pasca banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dia menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa lalu.
"Untuk urusan kebencanaan ini," ujar Gus Ipul, "Kebutuhan anggaran penanganan pasca bencana Sumatera aja diperkirakan Rp 2 triliun lebih."
Menurutnya, sebagian dana sudah bisa dialihkan dari program-program yang ada di Kementerian Sosial. Tapi, tetap saja masih ada kekurangan yang cukup besar. Kurang lebih satu triliun rupiah masih harus dicari.
"Ini simulasi kami," jelasnya lebih rinci. "Jadi untuk santunan ahli waris, kemudian untuk isian hunian tetap dan hunian sementara, untuk penguatan ekonomi bagi korban bencana, dan bantuan jaminan hidup atau pemberian lauk pauk."
Perkiraan fantastis itu, kata Gus Ipul, bersumber dari data sementara yang diberikan oleh BNPB. Namun begitu, angka akhirnya bisa saja berubah. Nantinya, penyaluran dana akan mengikuti usulan resmi dari daerah masing-masing.
"Data sementara yang kami terima dari BNPB," tegasnya, "kemudian nanti tentu pada akhirnya berdasarkan usulan dari Kabupaten/Kota yang disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri baru kami salurkan."
Jadi, meski simulasi anggaran sudah ada, prosesnya masih panjang. Semuanya bergantung pada verifikasi dan proposal dari lapangan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi