Seorang pria, GH (44), meninggal dunia setelah tertimpa alat berat di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Insiden tragis ini terjadi Kamis lalu, tepatnya di Depo Smart, KBN Marunda. Perusahaan pengelola kawasan, PT KBN, akhirnya angkat bicara.
Menurut sejumlah saksi, kejadiannya sekitar pukul tiga lebih dua puluh satu menit siang. Begitu mendapat kabar, manajemen KBN langsung bergerak. Mereka mengklaim telah berkoordinasi penuh dengan pihak berwajib dan memastikan situasi di lokasi bisa dikendalikan.
“Dukungan penanganan medis di mana ambulans dikerahkan, dan korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan,”
Begitu penjelasan resmi dari PT KBN yang diterima Senin (2/3/2026). Tidak hanya itu, tim keamanan internal juga dikerahkan. Tujuannya jelas: menjaga ketertiban area dan mencegah hal-hal lain yang tidak diinginkan pasca-insiden.
Di sisi lain, KBN tampak sangat hati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar. Mereka mengaku terus berkoordinasi intens dengan para pihak, termasuk tenant di lokasi kejadian. Tujuannya agar data yang masuk akurat dan tidak mengganggu proses penyelidikan yang sedang berjalan.
“Sekaligus memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan penyelidikan secara objektif dan menyeluruh.”
Nah, soal pencegahan ke depan, perusahaan berjanji akan memperketat sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komitmen ini mereka wujudkan dengan rencana penguatan standar keamanan yang wajib ditaati semua penyewa. Koordinasi untuk penanganan darurat juga akan ditingkatkan.
Mengakhiri pernyataannya, PT KBN menyampaikan duka yang mendalam atas musibah ini. Mereka menyatakan akan menghormati seluruh proses hukum yang ada.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden ini. PT KBN menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan dan evaluasi dilakukan secara objektif, komprehensif, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik,”
Begitu pernyataan penutup mereka. Saat ini, semua pihak tampaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui kronologi pasti dan pertanggungjawaban atas insiden memilukan ini.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Badui Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan dan Skrining TB Gratis
Pencarian Calon Pastor Hilang di Air Terjun Situmurun Dihentikan Setelah 7 Hari
Polresta Cirebon Bongkar Gudang Obat Keras Ilegal di Rumah Kontrakan
Pimpinan DPR Gelar Makan Siang di Kantin Demokrasi, Bahas Persatuan di Tengah Geopolitik Global