Polisi Selidiki Peredaran Gas Tertawa Usai Diduga Tewaskan Influencer

- Rabu, 28 Januari 2026 | 14:18 WIB
Polisi Selidiki Peredaran Gas Tertawa Usai Diduga Tewaskan Influencer

Kasus peredaran gas nitrous oxide atau yang dikenal sebagai 'gas tertawa' kembali jadi sorotan. Polisi kini mendalami penjualan dan distribusinya, yang ternyata sempat marak di platform e-commerce dan beberapa tempat hiburan. Meski sebenarnya legal, belakangan ini pemakaiannya banyak diselewengkan.

Menurut sejumlah saksi, gas N2O itu mudah didapat. Bahkan, dijual bebas di tempat-tempat nongkrong.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan fokus penyelidikan saat ini. Timnya menelusuri asal-usul tabung gas itu dan jalur distribusinya, terutama yang dulu gampang dicari secara online.

“Ini kita dalami, termasuk dari mana tabung ini didapat,”

kata Budi usai Apel dalam rangka gelar Pasukan Operasi Pekat Jaya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1).

Isu ini mencuat setelah gas tertawa diduga terkait dengan meninggalnya seorang influencer. Budi mengakui, sebelumnya produk itu memang dijual terbuka di beberapa situs jual-beli. Tapi situasinya sekarang sudah berubah.

“Karena kita lihat sebelum meninggalnya almarhumah L, ini kan beredar, bisa dijual di beberapa platform. Tapi sekarang kita lihat sudah sepi, tidak ada muncul lagi,”

ujarnya.

Di sisi lain, penyelidikan tidak hanya terpaku pada penjualan daring. Polisi juga melirik tempat-tempat hiburan yang diduga memasarkan gas ini untuk kalangan tertentu. Dugaan itu muncul karena pola pemasarannya yang spesifik.

“Sebenarnya konsentrasi kandungan lebih kurang sama dengan N2O,”

ucap Budi, merujuk pada produk sejenis yang beredar di dunia hiburan malam.

Upaya pendalaman ini digarap bersama oleh Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Mereka juga mengecek kemungkinan adanya pasar gelap di balik platform digital yang terlihat bersih.

“Pasti didalami oleh penyelidik, pasti didalami oleh Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, maupun Polda Metro Jaya juga pasti akan dalami ini,”

katanya tegas.

Budi menambahkan satu hal penting. Jika ada laporan lain dengan objek dan korban serupa, koordinasi antar unit akan segera dilakukan.

“Kalau terkait tentang objek yang sama, terhadap korban yang sama, pasti kita akan berkomunikasi. Kan satu atap, di bawah Bareskrim,”

pungkasnya.

Nah, jadi begitulah. Polisi tampaknya serius membongkar jaringan peredaran gas ini, dari sumbernya hingga ke tangan konsumen. Perkembangannya patut kita tunggu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler