Wapres AS Vance: Kritik terhadap Kebijakan Israel Tak Selalu Berarti Antisemitisme

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:15 WIB
Wapres AS Vance: Kritik terhadap Kebijakan Israel Tak Selalu Berarti Antisemitisme

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa kritik terhadap Israel tidak selalu dapat disamakan dengan sikap anti-Semit. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan militer Israel ke Lebanon yang dinilai menghambat proses perdamaian yang tengah dirintis Washington bersama Teheran.

“Setiap kritik terhadap keputusan kebijakan Bibi Netanyahu belum tentu mengarah pada antisemitisme,” ujar Vance dalam wawancara dengan BlazeTV, sebuah kanal YouTube beraliran konservatif, sebagaimana dilaporkan kembali oleh Anadolu pada Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Vance menegaskan bahwa Presiden Donald Trump telah menyampaikan pesan yang sangat tegas kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Perbedaan pandangan muncul terkait strategi mengakhiri perang melawan Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari lalu. Trump kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 7 April waktu Washington DC.

“Mereka adalah mitra yang baik seperti halnya Inggris atau Prancis. Namun, bukan berarti bahwa kita akan selalu memiliki kepentingan yang selaras,” kata Vance.

Ia kembali menekankan bahwa penolakan terhadap kebijakan pemerintah Israel tidak boleh secara otomatis dilabeli sebagai antisemitisme. Menurutnya, batas antara kritik kebijakan dan kebencian terhadap komunitas Yahudi sering kali kabur.

“Terkadang kritik terhadap pemerintah Israel dapat diungkapkan dengan cara yang anti-Semit. Tetapi bukan berarti setiap kritik terhadap keputusan kebijakan Bibi Netanyahu mengarah pada antisemitisme,” jelasnya.

Vance mencontohkan kasus tokoh konservatif AS, Charlie Kirk, yang tewas pada September 2025. Ia menyebut peristiwa itu memberikan pelajaran berharga tentang kompleksitas hubungan antara kritik politik dan sentimen anti-Semit.

“Charlie sangat khawatir tentang pengaruh Israel dalam politik Amerika. Dia juga sangat tidak menyukai anti-Semitisme,” pungkas Vance.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar