Kasus pembunuhan anak politikus PKS, Maman Suherman, di Cilegon masih menyisakan teka-teki. Mayat korban ditemukan bersimbah darah di dalam rumah mewahnya di kawasan BBS 3. Saat ini, penyidik mengaku menghadapi kendala yang cukup serius.
Rupanya, sistem pengawasan di rumah itu tak berfungsi. CCTV-nya sudah mati sejak lama.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, mengonfirmasi hal ini. Ia menjelaskan situasinya saat dikonfirmasi Rabu lalu.
Menurut penelusuran polisi, kamera-kamera itu sudah rusak jauh sebelum peristiwa nahas terjadi. Pengecekan fisik dan keterangan dari pemilik rumah sendiri menguatkan fakta tersebut. CCTV di berbagai sudut properti itu sudah tidak beroperasi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Hancurkan Pesawat Mata-Mata AS di Arab Saudi, Washington Belum Konfirmasi
KemenHAM DKI Pantau Kondisi Korban Penyiksaan Kimia, KPK Temukan Wanprestasi Lelang
Prabowo Janjikan Hunian Layak Usai Blusukan ke Bantaran Rel Senen
Presiden Prabowo Tandatangani Buku Diaspora Indonesia di Tokyo