MURIANETWORK.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia pada awal Februari 2026. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan fluktuasi yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski arus modal asing keluar, likuiditas pasar tetap tinggi dan industri pengelolaan investasi domestik menunjukkan tren positif.
Arus Modal Asing dan Kinerja Indeks
Hingga pekan pertama bulan ini, catatan penjualan bersih (net sell) oleh investor asing mencapai Rp1,14 triliun secara month to date. Secara akumulatif sejak awal tahun, angka tersebut membengkak menjadi Rp11,02 triliun. Pergerakan ini turut mempengaruhi kinerja IHSG, yang pada penutupan pekan lalu tercatat di level 7.935,26.
Indeks tersebut mengalami pelemahan 4,73 persen dalam sebulan terakhir dan terkoreksi 8,23 persen sejak awal 2026. Meski berada di bawah tekanan, aktivitas perdagangan justru menunjukkan vitalitas yang berbeda.
Likuiditas Pasar yang Tetap Kuat
Di balik sentimen jual dari pihak asing, geliat transaksi di dalam negeri justru cukup sibuk. Rerata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham masih bertengger di angka yang signifikan.
Hasan Fawzi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, mengonfirmasi hal ini. "Adapun nilai perdagangan di pasar saham terpantau tetap sangat tinggi, dengan angka RNTH mencapai Rp32,88 triliun secara year to date," jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026).
Artikel Terkait
Laba Bersih CSRA Melonjak 27,7% Didorong Kenaikan Harga CPO
Saham Bakrie Melawan Arus, ENRG dan DEWA Catat Kenaikan Signifikan
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Multipolar Technology Usai Anjlok 76%
Tambang Nikel Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Usai Kecelakaan Kerja Tewaskan Pekerja