OJK Catat Aksi Jual Asing Berlanjut, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi

- Senin, 09 Februari 2026 | 14:30 WIB
OJK Catat Aksi Jual Asing Berlanjut, Likuiditas Pasar Tetap Tinggi

MURIANETWORK.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investor asing masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia pada awal Februari 2026. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan fluktuasi yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski arus modal asing keluar, likuiditas pasar tetap tinggi dan industri pengelolaan investasi domestik menunjukkan tren positif.

Arus Modal Asing dan Kinerja Indeks

Hingga pekan pertama bulan ini, catatan penjualan bersih (net sell) oleh investor asing mencapai Rp1,14 triliun secara month to date. Secara akumulatif sejak awal tahun, angka tersebut membengkak menjadi Rp11,02 triliun. Pergerakan ini turut mempengaruhi kinerja IHSG, yang pada penutupan pekan lalu tercatat di level 7.935,26.

Indeks tersebut mengalami pelemahan 4,73 persen dalam sebulan terakhir dan terkoreksi 8,23 persen sejak awal 2026. Meski berada di bawah tekanan, aktivitas perdagangan justru menunjukkan vitalitas yang berbeda.

Likuiditas Pasar yang Tetap Kuat

Di balik sentimen jual dari pihak asing, geliat transaksi di dalam negeri justru cukup sibuk. Rerata nilai transaksi harian (RNTH) pasar saham masih bertengger di angka yang signifikan.

Hasan Fawzi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, mengonfirmasi hal ini. "Adapun nilai perdagangan di pasar saham terpantau tetap sangat tinggi, dengan angka RNTH mencapai Rp32,88 triliun secara year to date," jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (9/2/2026).

Pertumbuhan Industri Pengelolaan Investasi

Analisis yang lebih mendalam mengungkap cerita lain di sektor keuangan. Di tengah dinamika pasar saham, industri pengelolaan investasi justru mencatat perkembangan yang menggembirakan. Total aset kelolaan (AUM) industri tersebut per 5 Februari 2026 telah menembus angka Rp1.089,64 triliun.

Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana bahkan menunjukkan pertumbuhan, naik 2,98 persen secara month to date dan 6,94 persen year to date, menjadi Rp722,21 triliun. Pertumbuhan ini mengindikasikan kepercayaan dan partisipasi investor ritel yang tetap terjaga.

Hasan Fawzi melihat perkembangan ini sebagai sinyal positif. "Perkembangan yang baik di industri pengelolaan investasi ini menunjukkan setidaknya investor reksa dana tetap aktif melakukan subscription, di tengah pergerakan pasar keuangan di dalam negeri," katanya.

Imbauan untuk Investor dan Prospek Jangka Panjang

Otoritas bersama dengan lembaga pendukung pasar modal menyatakan komitmennya untuk terus memantau situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga stabilitas. Di sisi lain, investor diimbau untuk menjaga ketenangan dan mengambil keputusan secara rasional, tidak sekadar reaktif terhadap gejolak jangka pendek.

Keyakinan terhadap fundamental pasar modal Indonesia tetap dipegang teguh. "Kami meyakini pasar modal Indonesia dalam jangka menengah dan panjang masih prospektif, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang terjaga dan basis investor yang terus bertumbuh," pungkas Hasan Fawzi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar