Danantara Komitmen Jadikan Bursa Saham sebagai Arena Utama Investasi Negara

- Rabu, 20 Mei 2026 | 04:50 WIB
Danantara Komitmen Jadikan Bursa Saham sebagai Arena Utama Investasi Negara

Pasar modal Indonesia menjadi medan strategis bagi penempatan dana investasi jangka panjang, khususnya melalui saham-saham perusahaan pelat merah yang dinilai memiliki fundamental kuat dan valuasi menarik. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, menegaskan komitmennya untuk menjadikan bursa saham sebagai arena utama dalam mengelola portofolio investasi negara.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya selalu memposisikan penempatan dana di bursa saham sebagai langkah investasi berjangka menengah hingga panjang. Menurutnya, sektor-sektor strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti perbankan himbara dan industri mineral, mampu memberikan imbal hasil yang memuaskan. Bahkan, yield dari sektor-sektor tersebut kokoh bertahan di atas level 10 hingga 11 persen.

“Saya mesti kasih apresiasi ke OJK dan juga ke bursa dengan beberapa alternative action-nya. Dalam rangka terus menggunakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, dan tentunya ini adalah suatu proses yang kami meyakini ini akan menimbulkan kepercayaan kepada bursa ini menjadi jauh lebih baik di depannya,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pencapaian emiten BUMN tersebut tidak lepas dari iklim investasi yang semakin sehat. Kondisi ini didorong oleh langkah perbaikan berkelanjutan yang diinisiasi oleh otoritas terkait demi menciptakan ekosistem pasar yang lebih transparan. Rosan menekankan bahwa bursa saham domestik saat ini sudah melangkah di jalur yang tepat. Oleh karena itu, Danantara berkomitmen penuh untuk ikut serta mengakselerasi berbagai perbaikan tata kelola yang telah dibangun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BEI.

Menurutnya, keyakinan terhadap proses perbaikan pasar ini akan berkorelasi langsung dengan laju pertumbuhan bursa ke depan. Hal ini mencakup lonjakan kapitalisasi pasar, penambahan jumlah emiten, hingga perluasan basis investor. Bukti nyata dari kepercayaan publik terlihat dari total jumlah investor di pasar modal Indonesia yang saat ini sukses menembus 27 juta pihak. Angka ini naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang baru menyentuh 20 juta investor.

Masuknya arus dana pemodal baru menjadi indikator bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap ekosistem bursa sedang berada di level yang solid. Secara rasional, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi bahwa instrumen keuangan domestik mampu menjanjikan prospek pertumbuhan kekayaan yang cerah.

“Logikanya bahwa peningkatan ini terjadi kenapa? Karena investor kita yakin bahwa bursa kita ini makin baik ke depannya, dan promising, kalau enggak mustinya number of investor akan menurun kalau melihat oh bursanya ini ke depannya enggak ada prospek,” ucapnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar