MURIANETWORK.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tetap mengutamakan jalur diplomasi meski berada dalam posisi siaga penuh untuk menghadapi potensi konflik. Pernyataan tegas ini disampaikan di hadapan Kongres Nasional Kebijakan Luar Negeri Republik Islam di Teheran, Minggu (8/2), di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat pasca pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman.
Diplomasi dan Kesiapan Tempur Berjalan Beriringan
Dalam pidatonya di ibu kota Iran itu, Araghchi menyampaikan filosofi pertahanan negaranya dengan nada yang lugas namun berhati-hati. Ia menolak citra Iran sebagai pencari konflik, tetapi justru menggambarkan kesiapan tempur sebagai sebuah strategi pencegahan.
"Kita adalah bangsa yang berdiplomasi, kita juga bangsa yang siap berperang; bukan dalam arti kita mencari perang, tetapi... kita siap berperang agar tidak ada yang berani melawan kita," ujarnya.
Pernyataan tersebut, yang disambut oleh para peserta kongres, secara jelas memetakan pendekatan dua sisi Teheran dalam menghadapi tekanan internasional, khususnya dari Washington.
Artikel Terkait
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham
Sirkulasi Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun Saat Mudik Lebaran 2026