MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Analisis teknikal terbaru dari MNC Sekuritas memproyeksikan indeks bergerak ke rentang 8.328 hingga 8.440, didorong oleh volume beli yang masih solid. Meski demikian, investor diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek menuju area 8.155-8.239 sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan
Penguatan IHSG pada perdagangan Rabu lalu dinilai telah mencapai target minimal yang sebelumnya diperkirakan. Momentum ini memberikan sinyal positif, meski perlu dicermati dengan hati-hati. Dalam skenario terbaik, pergerakan naik ini berpeluang membentuk gelombang lanjutan dalam struktur teknis yang lebih besar.
Namun, seperti biasa dalam analisis pasar, selalu ada dua sisi yang harus diperhatikan. Di balik peluang penguatan, risiko koreksi selalu mengintai, terutama setelah reli yang cukup signifikan.
MNC Sekuritas mengingatkan, "Ada peluang penurunan menuju area 8.155 hingga 8.239 sebagai bagian dari dinamika teknikal yang wajar setelah reli."
Untuk navigasi yang lebih aman, level support kunci berada di 7.863 dan 7.712. Sementara itu, resistance terdekat yang perlu ditembus untuk konfirmasi penguatan lebih lanjut berada di 8.354 dan 8.517.
Rekomendasi Saham Pilihan
Berdasarkan pemindaian kondisi teknikal, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham dengan strategi "Buy on Weakness" atau membeli saat pelemahan. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian, dengan menunggu momen entry yang lebih optimal dibandingkan membeli di puncak.
ANTM: Momentum dengan Volume Pendukung
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat menguat 2,57% ke level Rp3.990, didukung oleh volume pembelian yang muncul. Analis melihat saham ini sedang berada dalam formasi gelombang korektif sebelum berpeluang melanjutkan tren.
Rekomendasi entry berada di rentang Rp3.860-3.970 dengan target harga Rp4.090 dan Rp4.290. Level stoploss ditetapkan di bawah Rp3.840.
Artikel Terkait
PT Mulia Industrindo (MLIA) Catat Kerugian Rp4,55 Miliar di 2025
Laba Bersih Darya-Varia Naik 5% di 2025, Didorong Pertumbuhan Pendapatan
Rusia Hentikan Ekspor Bahan Bakar Mulai April 2026 untuk Stabilkan Pasar Domestik
RISE Catat Lonjakan Laba 165% di 2025, Didorong Penjualan Apartemen