Pasar saham Indonesia kembali tertekan pada perdagangan Senin pagi. IHSG ditutup di level 7.318,17 di sesi pertama, anjlok cukup dalam, 3,53 persen dari penutupan sebelumnya. Suasana di pasar terlihat suram, dengan mayoritas saham berakhir di zona merah.
Transaksi berjalan cukup ramai, meski sentimen negatif mendominasi. Volume perdagangan mencapai 20,4 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp9,6 triliun. Tapi, lihat saja komposisinya: hanya 51 saham yang mampu menguat, sementara yang melemah jauh lebih banyak, 695 saham. Sebanyak 212 lainnya stagnan, seolah memilih untuk menunggu dan melihat dulu.
Pelemahan ini ternyata merata. Indeks-indeks utama ikut terseret. LQ45 turun 3,64 persen, IDX30 melemah 3,37 persen, dan MNC36 berkurang 3,35 persen. Indeks JII bahkan catat penurunan paling tajam, sampai 4,52 persen. Rasanya hampir tak ada sektor yang selamat.
Memang, semua sektor tercatat merah menyala. Dari energi, keuangan, sampai bahan baku. Transportasi, industri, dan properti juga ikut terperosok. Bahkan sektor teknologi dan kesehatan yang kerap dianggap tangguh pun tak berkutik, ikut tergelincir di tengah tekanan jual yang masif ini.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp16.949, Tertekan Gejolak Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Saham RANC Dikendalikan Grup Djarum Setelah Akuisisi Blibli
Krakatau Steel Genjot Infrastruktur Modular untuk Jawab Kebutuhan Sosial
Rupiah Tembus Rp17.019, Catat Rekor Terendah Baru Lampaui Krisis 1998