Di tengah terik matahari Bekasi, Menteri Perumahan Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara baru saja meresmikan groundbreaking proyek rusun subsidi Meikarta. Acara itu tak hanya sekadar seremonial. Ara malah membuka percakapan soal peran kunci seorang figur di balik layar: Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya.
"Saya mau buka sedikit peran strategis Seskab Teddy," ungkap Ara, Minggu lalu. "Perannya luar biasa."
Menurut Ara, Teddy adalah sosok yang teratur dan terampil. Pembahasan proyek ambisius ini, termasuk dalam program 3 juta rumah, banyak melibatkan dirinya. Diskusi-diskusi itu berlangsung intens.
"Ide-ide ini saya bahas detail dengannya. Mulai dari masalah hukum sampai terobosan pembiayaan. Jujur, saya sangat sering berdiskusi dengan beliau," ucap Ara.
Dia pun memuji karakter Teddy. "Masih muda, tapi cermat dan detail. Yang saya suka, solutif dan cepat tanggap."
Di sisi lain, persoalan perumahan di Bekasi ternyata tidak sederhana. Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengakui, backlog-nya mencapai 250 ribu kepala keluarga. Jumlah yang sangat besar.
Nah, dalam kondisi rumit seperti itulah, gagasan-gagasan dari Seskab Teddy disebut sangat membantu. "Beliau memberikan pemikiran yang luar biasa. Saya berterima kasih karena banyak proses di sini terbantu," kata Herman, disambut oleh Ara yang mengangguk setuju.
Terpisah dari acara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo punya pandangan lain. Baginya, proyek Meikarta ini bukan cuma proyek biasa. Ini adalah teladan.
"Pertama, terima kasih kepada tuan rumah yang menghibahkan tanahnya, Pak Mochtar dan Pak James. Luasnya lebih dari 30 hektare," kata Hashim.
Dia melanjutkan, "Bisa menampung hingga 140.000 unit apartemen subsidi. Sungguh luar biasa dan bersejarah."
Hashim lalu menggambarkan efek berantainya. Pembangunan puluhan ribu unit itu akan mendongkrak permintaan untuk berbagai produk. Dari furnitur, kasur, sampai elektronik. Pergerakan ekonominya akan terasa.
Bahkan, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional disebut signifikan. "Saya yakin, dan Presiden Prabowo juga yakin, kita bisa capai pertumbuhan 8%. Dari sektor perumahan saja kontribusinya sekitar 1,5 sampai 2%," tegasnya.
Harapannya jelas. Proyek di Bekasi ini bisa menjadi contoh, sebuah pola yang bisa direplikasi di daerah lain. "Ini akan jadi proyek teladan. Contoh baik untuk Indonesia," tutup Hashim.
Artikel Terkait
Wanita Lompat ke Jurung Usai Cekcok dengan Pria di Bogor, Pencarian Dihentikan karena Tak Ada Tanda Jatuh
PT Merdeka Gold Resources Tunjuk Tiga Direktur dan Lima Komisaris Baru dalam RUPST
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis
KB Bank dan LMI Jalin Kemitraan Rp400 Miliar untuk Percepat Ekspansi Bisnis FMCG di Indonesia