Korban Perkosaan Anak Malah Diusir, Warga Sewon Geram dengan Ulah Orang Tua

- Rabu, 21 Januari 2026 | 16:10 WIB
Korban Perkosaan Anak Malah Diusir, Warga Sewon Geram dengan Ulah Orang Tua

Suasana di sebuah kampung di Sewon, Bantul, mendadak tegang. Bukan karena hal biasa, melainkan karena aksi pengusiran terhadap seorang warga. Yang membuatnya makin pelik, perempuan ini baru saja melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa anaknya sendiri. Alih-alih dapat dukungan, ia justru diusir oleh tetangga-tetangganya.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Selasa malam lalu, sekitar pukul tujuh. Suasana yang biasanya tenang tiba-tiba ricuh.

Endang, istri dari Ketua RT setempat, mencoba menjelaskan sisi lain dari kemarahan warga. Katanya, perempuan yang berasal dari Kendal ini sudah lama dianggap meresahkan. Perilakunya kerap menimbulkan gesekan.

"Yang bersangkutan suka mengatai tetangganya dan omongannya keras, kasar," ujar Endang.

Ia melanjutkan, "Terus pernah juga keliling kampung dan mengetuk pintu-pintu, pernah juga mencabuti serai milik warga."

Nah, laporan perkosaan itu seperti memantik bensin. Usai melapor, polisi bergerak cepat dan meringkus empat orang. Tapi, ini justru memunculkan pertanyaan besar dari warga. Kok bisa? Ternyata, suami dari perempuan yang diusir yang juga merupakan bapak tiri korban ikut terlibat dalam kejahatan itu. Warga pun geram, merasa dipermainkan.

Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, membenarkan kronologi penangkapan. Ia tak menampik bahwa keluarga korban memang punya citra buruk di mata tetangga.

"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek," jelas Sutrisno.

Ia menambahkan, "Ditambah itu tadi, melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta."

Jadi, ini cerita yang kompleks. Di satu sisi ada korban yang butuh perlindungan, di sisi lain ada kemarahan warga yang sudah menumpuk karena ulah orang tuanya. Situasinya berlapis dan sama sekali tidak hitam putih.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar