Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran

- Rabu, 01 April 2026 | 04:20 WIB
Paus Leo XIV Ungkap Trump Berupaya Cari Jalan Akhiri Perang dengan Iran

Dari kediaman musim panasnya di Castel Gandolfo, Paus Leo XIV menyampaikan kabar yang mungkin bisa memberi secercah harapan. Saat hendak kembali ke Vatikan, sang pemimpin Gereja Katolik itu mengungkapkan, ia mendapat informasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang berupaya mencari 'jalan keluar'. Tujuannya? Mengakhiri perang yang masih berkecamuk dengan Iran.

"Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang," ujar Paus kepada para wartawan yang menunggu.

Ia melanjutkan dengan nada harap, "Mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman."

Menurut Paus, langkah seperti itu bukan sekadar gencatan senjata biasa. Itu akan menjadi kontribusi yang sangat berarti. Upaya meredam konflik, katanya, bisa membantu mengikis kebencian yang kian menumpuk di Timur Tengah dan wilayah lain.

"Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia," tegas Paus berusia 70 tahun asal Amerika itu.

Seruannya jelas: 'Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah'.

Paus Leo kemudian mengaitkan momentum ini dengan perayaan Paskah yang akan dijalani umat Kristiani akhir pekan ini. Ia merasa, inilah waktu yang paling tepat untuk berdamai. Seharusnya, ini adalah masa tersuci dalam setahun waktu untuk merenung, waktu untuk kedamaian.

Namun begitu, realitanya pahit.

"Kita semua tahu, di luar sana, di banyak tempat, penderitaan masih merajalela," keluhnya. Suaranya terdengar berat. "Begitu banyak kematian, bahkan menimpa anak-anak yang tidak bersalah."

Paus mengakhiri pernyataannya dengan keprihatinan mendalam. Meski seruan perdamaian terus digaungkan, sayangnya masih banyak pihak yang justru mempromosikan kebencian, kekerasan, dan perang.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar