Ekspor Sulawesi Utara Tembus 133 Juta Dolar AS, Catat Rekor Pertumbuhan Tertinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mengumumkan capaian ekspor yang luar biasa pada September 2025. Nilai ekspor Sulut pada bulan tersebut mencapai 133,87 Juta Dolar Amerika, mencatatkan pertumbuhan year on year (y-on-y) yang signifikan sebesar 121,88 persen dibandingkan September 2024. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun dua tahun terakhir.
Pencapaian gemilang ini juga terlihat dari pertumbuhan bulanan. Dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencatat nilai 76,38 Juta Dolar Amerika, terjadi kenaikan ekspor yang sangat tajam, yaitu sebesar 75,25 persen.
Akumulasi Ekspor Sulut Secara Keseluruhan Juga Meningkat
Kepala BPS Sulawesi Utara, Aidil Adha, memaparkan bahwa performa ekspor tidak hanya kuat pada satu bulan. Secara kumulatif, dari Januari hingga September 2025, nilai ekspor provinsi ini naik 57,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yaitu dari 585,33 juta Dolar Amerika menjadi 924,66 juta Dolar Amerika.
Komoditas Unggulan: Lemak dan Minyak Hewani/Nabati
Peningkatan ekspor kumulatif ini terutama didorong oleh melonjaknya ekspor komoditas lemak dan minyak hewani/nabati. Nilai ekspor komoditas ini meroket dari 355,62 juta Dolar Amerika menjadi 657,49 juta Dolar Amerika. Komoditas ini sekaligus menjadi kontributor utama ekspor Sulut dengan pertumbuhan 84,89 persen.
Meskipun didominasi oleh satu komoditas, kinerja ekspor secara keseluruhan sangat positif. Hampir seluruh komoditas dalam 10 besar ekspor mengalami kenaikan. Komoditas buah-buahan mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 140,05 persen. Sepuluh golongan barang utama ini memberikan kontribusi sangat besar, yaitu 98,97 persen terhadap total nilai ekspor Sulawesi Utara.
China Tujuan Ekspor Utama Sulawesi Utara
Dalam periode Januari-September 2025, China tetap menjadi tujuan ekspor utama bagi komoditas asal Sulawesi Utara. Nilai ekspor ke China mencapai 205,25 Juta Dolar Amerika, tumbuh 64,59 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Komoditas andalan yang dikirim ke pasar China antara lain adalah lemak dan minyak hewani/nabati, berbagai produk kimia, dan berbagai makanan olahan. Data ini menunjukkan diversifikasi produk yang cukup baik meski tetap bertumpu pada komoditas utama.
Artikel Terkait
Kemkomdigi Awasi Sidang Gugatan Rp3,3 Triliun Bali Towerindo ke Pemkab Badung
Harga CPO Catat Pelemahan Mingguan Kedua, Didorong Ekspor Malaysia Turun dan Kekhawatiran China
Saham BUMI Kuasai Pasar dengan Volume 50 Miliar Saham, Kontribusi ke IHSG Capai 17 Poin
Harga Minyak Menguat Tipis Didukung Data Inflasi AS yang Lebih Lunak