MURIANETWORK.COM - Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, harus puas melihat Ipswich Town tersingkir dari Piala FA 2025/2026. Bermain sebagai starter, Baggott dan rekan-rekannya takluk 0-1 dari Wrexham di Stadion Racecourse Ground, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini mengakhiri perjalanan The Tractor Boys di babak 32 besar kompetisi bergengsi tersebut.
Dalam laga yang berlangsung ketat itu, Elkan Baggott dipercaya mengisi posisi bek kanan sejak menit awal. Ia bermain selama 73 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Jack Clarke. Sayangnya, performa solid yang ditunjukkan Baggott dan kawan-kawan tak cukup untuk membendung serangan tuan rumah, yang berhasil mencetak gol tunggal kemenangan.
Analisis Jalannya Pertandingan
Secara statistik, Ipswich sebenarnya tampil dominan. Mereka menguasai bola 54 persen dan menciptakan 11 peluang tembakan, dengan empat di antaranya merupakan peluang besar. Namun, ketajaman di depan gawang menjadi masalah utama. Upaya-upaya mereka berulang kali gagal menembus pertahanan Wrexham.
Di sisi lain, Wrexham menunjukkan efisiensi yang mengagumkan. Dari 13 tembakan yang dilancarkan, hanya dua yang benar-benar berbahaya. Namun, satu di antaranya berbuah gol. Pada menit ke-34, situasi ricuh di kotak penalti Ipswich dimanfaatkan dengan baik oleh Josh Windass, yang berhasil menuntaskan bola liar menjadi gol penentu kemenangan.
Penampilan Elkan Baggott: Solid di Lini Belakang
Meski timnya kalah, performa individu Elkan Baggott patut mendapat apresiasi. Menurut catatan statistik pertandingan, bek berusia 23 tahun itu meraih nilai 7,4. Angka tersebut mencerminkan kontribusi yang cukup signifikan di lini belakang.
Baggott tampil tegas dalam duel-duel, baik di udara maupun di darat. Dari 11 duel yang ia jalani, delapan di antaranya berhasil dimenangkan. Selain itu, ia juga menunjukkan kedisiplinan yang baik dengan tidak menerima satu pun kartu peringatan dari wasit sepanjang pertandingan.
Namun, ada satu momen yang mungkin akan ia sesali. Dalam satu kesempatan, Baggott sempat mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol, sayangnya bola tidak berhasil ia tuntaskan dengan maksimal.
Secara keseluruhan, penampilannya di laga ini menunjukkan perkembangan dan adaptasinya dalam menghadapi tekanan di kompetisi tingkat tinggi. Meski berakhir dengan kekalahan, pengalaman bertarung di babak knockout seperti ini tentu sangat berharga bagi perjalanan kariernya.
Artikel Terkait
Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk
Prabowo Tegaskan Isu Lingkungan Bagian dari Ketertiban Publik, Polda Riau Sudah Jalankan Green Policing
Mediasi TNI-Polri Redakan Ketegangan di Mappi, Papua Selatan
Gubernur DKI Usulkan Haul Ulama dan Pejuang Betawi Jadi Bagian Resmi HUT Jakarta