MURIANETWORK.COM - Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa ketegangan antara personel TNI dan Polri di Kabupaten Mappi, Papua Selatan, telah berakhir. Insiden yang sempat memicu keresahan itu diselesaikan melalui jalur mediasi antara pimpinan kedua institusi, sehingga situasi dinyatakan kondusif dan tidak berlanjut.
Penyelesaian Melalui Mediasi
Dalam penjelasannya di Markas Besar TNI, Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026), Yusri Nuryanto menyatakan bahwa proses mediasi telah rampung. Upaya ini dinilai efektif untuk meredakan ketegangan dan mengakhiri persoalan di lapangan.
“Jadi sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri,” tuturnya.
Pemicu Insiden dan Upaya Penanganan Awal
Menurut keterangan yang dihimpun, insiden berawal dari aksi seorang pengendara sepeda motor di sekitar area penjagaan Batalyon Infanteri (Yonif) TP 819/PIBP, Distrik Obaa. Selama beberapa hari, pengendara tersebut diduga melakukan penggeberan kendaraan dan melontarkan ucapan tidak pantas.
Pada dini hari tanggal 12 Februari 2026, personel jaga kemudian mengamankan seorang pria untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, pria tersebut diketahui merupakan oknum anggota Polairud Polres Mappi dan dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol.
Menyikapi hal itu, pimpinan Yonif dan Polres Mappi langsung menggelar pertemuan di pagi harinya. Mereka bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, menunjukkan komitmen awal untuk mencegah eskalasi.
“Pagi harinya, pimpinan Yonif TP 819/PIBP dan pimpinan Polres Mappi menggelar pertemuan dan bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan,” jelas Kapendam XXIV/Mandala Trikora, Iwan Dwi Prihartono.
Artikel Terkait
Israel Bantah Tudingan Sepihak Soal Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Pemerintah Siapkan WFH Nasional untuk Tekan Konsumsi BBM dan Selamatkan APBN
Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam 2-3 Minggu
Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026