JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) punya cara unik untuk ikut membangun negeri. Mereka tak cuma jual baja, tapi menawarkan solusi lewat infrastruktur baja modular. Gagasannya sederhana: bangunan yang cepat berdiri dan mudah menyesuaikan kebutuhan. Langkah ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan dasar masyarakat dengan lebih lincah.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, punya pandangan yang cukup dalam soal ini. Bagi dia, transformasi produk baja modular ini lebih dari sekadar urusan bisnis atau teknik konstruksi belaka. Ini adalah sebuah gerakan sosial.
"Fokus kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan," tegas Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, yang diusung adalah penyediaan fasilitas fisik yang aman, layak, dan bisa merespon kebutuhan zaman dengan cepat.
Baja yang Berubah Wujud
Bagi Krakatau Steel Group, baja bukan barang mati. Ia dilihat sebagai solusi kemanusiaan yang nyata. Dan itu terbukti di awal 2026 ini. Mereka langsung terjun ke tiga titik strategis dengan teknologi modularnya yang cepat bangun itu.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp16.949, Tertekan Gejolak Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Saham RANC Dikendalikan Grup Djarum Setelah Akuisisi Blibli
IHSG Anjlok 3,53%, Mayoritas Sektor Terjun ke Zona Merah
Rupiah Tembus Rp17.019, Catat Rekor Terendah Baru Lampaui Krisis 1998