Pagi ini, Jumat (24/4/2026), IHSG memulai perdagangan dengan nada yang kurang bersahabat. Indeks langsung terperosok ke zona merah di level 7.378,07. Suasana di lantai bursa sepertinya langsung terasa berat sejak bel pembukaan dibunyikan.
Hingga pukul 09.23 WIB, pelemahan justru semakin dalam. Indeks Saham Gabungan ambles 0,63 persen ke posisi 7.335. Bahkan, sempat menyentuh titik terendahnya di angka 7.313. Lumayan tajam untuk ukuran pembukaan.
Data perdagangan mencatat, dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 199 yang berhasil bertahan di zona hijau. Sebaliknya, 404 saham lainnya harus rela terkapar melemah. Sementara itu, 353 saham lainnya memilih diam tak bergerak stagnan. Total transaksi yang terjadi sudah mencapai Rp4,38 triliun, dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 9,46 miliar lembar. Cukup ramai, meskipun suasananya muram.
Menariknya, tekanan ini tidak hanya dirasakan oleh IHSG. Indeks-indeks acuan lainnya juga ikut jeblok. LQ45 misalnya, turun 0,96 persen. JII juga tak luput, ambles 0,46 persen. IDX30 dan SRI-KEHATI masing-masing melemah 0,90 persen dan 0,88 persen. ISSI pun ikut-ikutan turun 0,50 persen. Semua kompak, sayangnya kompak dalam warna merah.
Di sisi lain, yang lebih mengkhawatirkan adalah hampir tidak ada satu pun sektor yang bisa menjadi penyelamat. Semua sektor industri tertekan. Mulai dari energi, konsumer non siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan, hingga industri. Benar-benar pukulan merata.
Meski pasar sedang lesu, tetap ada beberapa saham yang justru mencatatkan kenaikan fantastis. Tiga saham yang memimpin jajaran top gainers antara lain PT Pikko Land Development Tbk (RODA) yang melesat 25,32 persen. Lalu ada PT Berlina Tbk (BRNA) yang naik 24,41 persen. Dan PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) yang menguat 23,29 persen. Lumayan untuk sekadar hiburan di tengah kemerahan.
Namun begitu, bagi yang kurang beruntung, daftar top losers juga tak kalah mencengangkan. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) harus terpuruk 14,93 persen. Disusul PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang ambrol 14,57 persen. Sementara PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) juga tak kuasa menahan tekanan, turun 14,43 persen. Cukup perih.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Saham LPPF dan ASGR Anjlok ke ARB Usai Ex Dividen, Terjebak Fenomena Dividend Trap
Merdeka Gold Tak Bagikan Dividen karena Saldo Laba Masih Negatif
Saiko Consultancy Alihkan Target Akuisisi ke HBS Food Setelah Gagal Caplok Soraya Berjaya
Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Turun Hari Ini, Antam Terkoreksi Rp27.000 per Gram