Saiko Consultancy Alihkan Target Akuisisi ke HBS Food Setelah Gagal Caplok Soraya Berjaya

- Jumat, 24 April 2026 | 10:15 WIB
Saiko Consultancy Alihkan Target Akuisisi ke HBS Food Setelah Gagal Caplok Soraya Berjaya

IDXChannel – Saiko Consultancy Pte Ltd, perusahaan asal Singapura, kini mengalihkan bidikannya ke PT Hassana Boga Sejahtera Tbk atau yang lebih dikenal dengan HBS Food (NAYZ). Langkah ini diambil setelah rencana akuisisi sebelumnya, terhadap saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), resmi batal. Agak mengejutkan memang, tapi itulah dunia bisnis.

Menurut Mark Leong Kei Wei, Direktur Saiko Consultancy, perusahaannya saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan PT Asia Intrainvesta pengendali utama HBS Food. Targetnya? Mengakuisisi sebanyak 1,05 miliar lembar saham, atau setara dengan 41,18 persen kepemilikan di NAYZ.

Untuk gambaran, PT Asia Intrainvesta saat ini menggenggam 1,58 miliar saham NAYZ. Itu artinya sekitar 62 persen. Kalau negosiasi ini berjalan mulus, Saiko bakal naik tahta jadi pemegang saham terbesar. Sementara porsi pemilik lama otomatis menyusut, tinggal sekitar 20,8 persen. Lumayan drastis, ya?

Leong menjelaskan, tujuan dari pengambilalihan ini sebenarnya cukup jelas: untuk mendukung strategi pengembangan usaha dan memperluas kegiatan bisnis Saiko. Katanya, ini bagian dari rencana ekspansi korporasi yang lebih besar.

“Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis dari pembeli sebagai bagian dari rencana ekspansi korporasi,” ujar Leong dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 24 April 2026.

Saiko Consultancy sendiri berdomisili di Singapura, tepatnya di Wcega Tower. Aktivitas utama perusahaan ini? Menjalankan fungsi holding. Sederhana, tapi punya ambisi besar.

Di sisi lain, proses negosiasi ini ternyata belum sepenuhnya kelar. Masih ada beberapa isu yang mengganjal, seperti nilai transaksi dan jadwal penyelesaian akuisisi. Leong sendiri mengakui bahwa semuanya masih berjalan. Setelah semuanya beres, barulah Saiko resmi menjadi pengendali baru NAYZ.

HBS Food, bagi yang belum tahu, adalah produsen makanan bayi. Mulai dari bubur, sereal, sampai MPASI. Sepanjang tahun lalu, perusahaan ini mencatat pendapatan sekitar Rp24 miliar. Lumayan untuk ukuran pemain di segmen ini.

Menariknya, ini bukan kali pertama Saiko bermain di bursa akuisisi. Sebelumnya, mereka sempat membidik 27,83 persen saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE). Tapi rencana itu gagal total. Pemilik lama SPRE, Rizet Ramazi, memutuskan untuk tetap bertahan dan tidak melepas sahamnya di emiten furnitur kamar tidur tersebut.

Nah, soal respons pasar? Hingga pukul 09.45 WIB tadi, harga saham NAYZ terpantau menguat 4,88 persen ke level Rp86. Artinya, pelaku pasar menyambut positif langkah ini. Tapi ya, tetap ada nada hati-hati. Maklum, Saiko punya rekam jejak membatalkan akuisisi sebelumnya. Jadi wajar kalau investor agak was-was.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar