Para pemegang saham Warner Bros Discovery (WBD) akhirnya memberikan lampu hijau. Mereka setuju perusahaan itu diakuisisi oleh Paramount Skydance Corporation. Keputusan ini diambil dalam sebuah rapat khusus yang digelar belum lama ini.
Menurut pernyataan resmi WBD, suara mayoritas sudah terkumpul. "Berdasarkan penghitungan suara sementara dari rapat khusus hari ini, para pemegang saham WBD memberikan suara mayoritas untuk menyetujui adopsi perjanjian merger dengan Paramount," demikian bunyi pernyataan itu, mengutip laporan AFP pada Jumat (24/4/2026).
Namun begitu, hasil akhirnya belum benar-benar final. WBD menambahkan bahwa suara tersebut masih menunggu sertifikasi dari petugas independen. Jadi, masih ada satu tahapan lagi sebelum semuanya resmi.
Proses akuisisi ini diperkirakan bakal rampung pada kuartal III-2026. Tapi, jadwal itu bisa molor. Soalnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhinya termasuk, tentu saja, izin dari pihak berwenang.
Ketua Dewan Direksi WBD, Samuel A Di Piazza Jr., angkat bicara. "Kami menghargai dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan para pemegang saham kami untuk membuka nilai penuh dari portofolio hiburan kelas dunia kami," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Dengan Paramount, kami berharap dapat menciptakan perusahaan gabungan yang luar biasa yang akan memperluas pilihan konsumen dan menguntungkan komunitas talenta kreatif global."
Di sisi lain, persaingan untuk mengakuisisi WBD sempat memanas. Netflix awalnya dikabarkan tertarik. Tapi, pada 26 Februari, mereka mengumumkan mundur. Tidak ada tawaran lebih tinggi yang diajukan. Dari situ, Paramount langsung mengambil alih posisi unggul.
Proposal terbaru dari Paramount? Cukup bikin melongo. Mereka menawarkan USD111 miliar atau kalau dirupiahkan, sekitar Rp1.900 triliun. Angka yang sulit dibayangkan, ya.
Kesepakatan ini jelas akan mengubah peta industri hiburan global. Tapi, kita lihat saja bagaimana kelanjutannya.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan Layanan Makkah Route di Empat Bandara untuk Efisiensi Keberangkatan Haji 1447 H
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Mentan Klaim Indonesia Tak Perlu Impor di 2025
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Barat Laut Ternate, BMKG Imbau Warga Waspada Gempa Susulan
B57+ Asia Pacific Jadi Alternatif Mitigasi Risiko Geopolitik Global Lewat Kolaborasi Bisnis Lintas Sektor