AS Siapkan Rencana Serangan ke Kemampuan Militer Iran di Selat Hormuz Jika Gencatan Senjata Gagal

- Jumat, 24 April 2026 | 11:25 WIB
AS Siapkan Rencana Serangan ke Kemampuan Militer Iran di Selat Hormuz Jika Gencatan Senjata Gagal

Ada kabar hangat dari Washington. Para pejabat militer Amerika Serikat, menurut sejumlah sumber, tengah menyusun skenario baru. Isinya? Rencana untuk menggempur kemampuan militer Iran di sekitar Selat Hormuz. Ini semua terjadi kalau ya, kalau gencatan senjata yang sekarang berlangsung ternyata gagal.

Jumat lalu, CNN mengutip orang-orang yang paham betul soal ini. Katanya, beberapa opsi sedang dipertimbangkan. Serangannya bakal fokus pada apa yang mereka sebut "penargetan dinamis". Sasaran utamanya? Kemampuan Iran di tiga titik: Selat Hormuz, Teluk Arab bagian selatan, dan Teluk Oman.

Opsi-opsi itu, menurut sumber yang sama, menggambarkan potensi serangan terhadap kapal serang cepat kecil. Juga kapal penebar ranjau. Pokoknya, aset-aset simetris lainnya yang selama ini jadi andalan Teheran. Dengan alat-alat itu, Iran bisa menutup jalur perairan utama tersebut secara efektif. Dan mereka pakai itu sebagai alat tawar-menawar dengan AS.

Nah, soal penutupan Selat Hormuz ini, efeknya bukan main. Ekonomi global kena riak besar. Bahkan, ini mengancam upaya Presiden Donald Trump untuk menurunkan inflasi di dalam negeri. Gencatan senjata yang diberlakukan sejak 7 April lalu memang sudah menghentikan serangan AS. Tapi masalahnya, penutupan selat itu masih berlangsung.

Selama ini, militer AS sudah menargetkan Angkatan Udara Laut Iran. Tapi sebagian besar pengeboman awal lebih banyak diarahkan ke target-target di luar Selat Hormuz. Nah, rencana baru ini berbeda. Ia menyerukan operasi pengeboman yang jauh lebih terkonsentrasi. Lebih rapat. Di sekitar Selat Hormuz.

Menurut laporan CNN sebelumnya, sebagian besar rudal pertahanan pesisir Iran ternyata masih utuh. Belum tersentuh. Teheran juga punya banyak kapal kecil. Kapal-kapal itu bisa dipakai sebagai platform untuk melancarkan serangan balik. Ini yang bikin upaya AS untuk membuka Selat Hormuz jadi makin rumit.

Di sisi lain, para analis militer bilang, serangan di sekitar Selat Hormuz kemungkinan besar tidak akan langsung membuka kembali jalur perairan itu. Butuh waktu. Butuh lebih dari sekadar bom.

Seorang sumber yang mengetahui perencanaan militer ini bicara terus terang. Katanya,

"Kecuali Anda bisa membuktikan secara tegas bahwa 100 persen kemampuan militer Iran hancur atau setidaknya hampir pasti bahwa AS bisa mengurangi risikonya dengan kemampuan kita sendiri maka semuanya tergantung pada seberapa besar Trump bersedia menerima risiko. Berani enggak dia mulai mendorong kapal-kapal melalui selat itu lagi."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar