PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akhirnya membeberkan detail rencana rights issue-nya. Perusahaan induk dari konglomerasi ternama itu akan menerbitkan saham baru dalam jumlah yang sangat besar, tepatnya 86,7 miliar lembar saham biasa seri E. Rincian ini tercantum dalam prospektus tambahan yang dirilis Jumat lalu, 6 Maret 2026.
Sebenarnya, persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan saham baru sudah didapat lebih dulu. Dalam RUPSLB yang digelar akhir Februari silam, disepakati penerbitan hingga 90 miliar saham. Jadi, angka 86,7 miliar ini adalah realisasi dari mandat tersebut.
Nah, untuk skema haknya, rasio yang ditetapkan adalah 2:1. Artinya, pemegang saham lama yang punya 2 saham BNBR berhak membeli 1 saham baru. Bagi yang memilih tidak ikut serta, bersiaplah melihat kepemilikan sahamnya terdilusi cukup signifikan, sekitar sepertiga atau 33,33 persen.
Dengan rasio itu, beberapa pemegang saham besar akan mendapat jatah hak yang fantastis. Port Fraser International Ltd menduduki puncak daftar dengan 21,07 miliar HMETD, disusul Fountain City Investment Ltd (19,22 miliar), UOB Kay Hian Pte Ltd (7,3 miliar), Eurofa Capital Investment Ltd (5,8 miliar), dan Levoca Enterprise Ltd (4,6 miliar).
Tapi, ini pertanyaan besarnya: apakah mereka semua akan menggunakan haknya? Sampai saat ini belum ada kepastian.
Artikel Terkait
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
PT Liqun Investment Indonesia Resmi Akuisisi Saham Mayoritas KOKA
BNBR Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru, Dana Rights Issue Utamanya untuk Bayar Utang