PT Liqun Investment Indonesia akhirnya mengamankan posisi pengendali di PT Koka Indonesia Tbk. Kesepakatan pembelian saham mayoritas emiten konstruksi itu sudah ditandatangani, menandai masuknya perusahaan asal China tersebut ke dalam struktur kepemilikan KOKA.
Transaksi ini, senilai Rp37,2 miliar, bukan proses yang instan. Semuanya berawal dari Nota Kesepahaman yang diteken September tahun lalu. Baru pada 6 Maret 2025, perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) resmi ditandatangani. Para penjualnya adalah PT Kreatif Konstruksi Indonesia (KKI) beserta tiga individu: Gao Jing, Sun Ling, dan Gao Jinfeng.
Direktur Utama KOKA, Gao Jing, menegaskan satu hal penting: antara pembeli dan penjual tidak ada hubungan afiliasi sama sekali.
"Tujuan transaksi untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis sehingga dapat meningkatkan prospek pengembangan bisnis di bidang konstruksi, khususnya konstruksi infrastruktur,"
ujarnya dalam keterbukaan informasi ke bursa, Jumat (6/3/2026).
Artikel Terkait
Laba Bersih Adaro Anjlok 37% di Tengah Pelemahan Harga Batu Bara Global
Laba Bersih ADRO Anjlok 68% di Tengah Tekanan Harga Batu Bara dan Spin-off AADI
BNBR Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru, Dana Rights Issue Utamanya untuk Bayar Utang
BNBR Bakal Terbitkan 86,7 Miliar Saham Baru untuk Lunasi Utang