Bank Terapung BRI Jadi Andalan Warga Kepulauan Seribu untuk Urus Keuangan Tanpa ke Jakarta

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:15 WIB
Bank Terapung BRI Jadi Andalan Warga Kepulauan Seribu untuk Urus Keuangan Tanpa ke Jakarta

Pucuk dicinta, ulam tiba. Peribahasa itu tepat menggambarkan perasaan Moh Said dan sejumlah warga Pulau Tidung saat melihat Teras Kapal BRI Bahtera Seva I bersandar di dermaga. Kehadiran bank terapung milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu menjadi tumpuan utama mereka dalam mengurus berbagai kebutuhan keuangan tanpa harus meninggalkan pulau.

Moh Said, seorang nasabah setia BRI di Pulau Tidung, telah memanfaatkan layanan kapal ini sejak pertama kali berlayar pada 2015. Ia mengaku tidak lagi repot menyeberangi lautan menuju Jakarta hanya untuk urusan perbankan. “Nasabah sejak pertama. Kita nggak perlu ke Jakarta. Jadi, enak di sini langsung mau ganti kartu, mau bikin BRImo udah enak gitu. Kalau apa-apa mati, buku... kartu mati, langsung, ATM (bisa diurus di Bahtera Seva I),” tuturnya, Kamis (4/6) lalu.

Sebelum ada kapal ini, Said beberapa kali harus menyebrang ke Jakarta untuk menabung. “Sebelumnya nyebrang tapi belum begitu ada duit lah, ha-ha-ha. Sekarang ada ini (kapal BRI) lancar. Ngebantu banget,” katanya semringah.

Kepada tim redaksi, Said menceritakan bahwa ia menggunakan bank terapung itu untuk menyetorkan tabungan masyarakat yang dititipkan kepadanya. Uang tersebut dikumpulkan dan akan dicairkan setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Saya kebanyakan tabungan masyarakat. Jadi istri saya itu ngumpulin yang mau nabung masyarakat ini. Tabungan tahunan ini, hari raya, nanti bulan puasa dibagiin, dicairin. Yang dari lebaran, lebaran. Itu dibagi ke nasabah. Mereka percaya, sudah jalan 5 tahun saya,” ujar Said.

Setiap pekan, Said bisa menyetorkan tabungan masyarakat hingga Rp40 jutaan. “Selalu nungguin. Kita seminggu minimal tuh 40-an juta, nyetor. Kalau nggak ada yang ngambil, kadang-kadang kan orang ada keperluan tuh, yang nabung tuh kadang-kadang ada keperluan ini, keperluan itu, jadi agak berkurang. Ini 2 minggu 56 (Rp56 juta). Kemarin kan nggak dateng. Kalau mulus-mulus aja nggak ada yang ngambil saya bilang tadi, sekitar 40, 45 (Rp40-45 juta) satu minggu,” katanya.

Menurut Said, keberadaan Bahtera Seva I harus terus dipertahankan. Warga nasabah, lanjutnya, tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk menabung. “Harus (kapal BRI harus terus ada). Nggak ada satu mingguan aja puyeng, ha-ha-ha... ada kendala ini kendala itu, haduh, pusing dah. Kalau ke darat kita namanya pulau kan susah, pokoknya terbantu apalagi yang kayak KIP segala macam, kan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Heru, warga setempat. Ia mengaku sangat terbantu dengan layanan bank terapung tersebut. Saat ditemui, Heru baru saja selesai menabung uang hasil dagangannya. “Saya daftar di kapal karena saya kan dagang transfer uang lewat bank. Jadi mempermudah kerjaan saya. Nggak harus nyeberang saya, nggak harus bayar uang cash,” tuturnya.

Heru berharap suatu hari BRI dapat membuka kantor tetap di Pulau Tidung. Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran Bahtera Seva I sudah sangat membantu urusan tabungannya. “Sangat bermanfaat. Sangat membantu. Harapannya bagaimana supaya Bank BRI berdiri di Pulau Tidung,” tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan bagaimana warga Tidung mengandalkan bank terapung ini. Sepanjang hari, aktivitas pelayanan berjalan ramai. Sejumlah warga terlihat menabung, mengajukan kredit usaha, hingga meminta bantuan mengecek saldo Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Indonesia Pintar (PIP). “Pak, mau ngecek ini (PKH). Mau lihat isinya,” ujar beberapa warga kepada petugas keamanan BRI.

Teras Kapal BRI Bahtera Seva I pertama kali diluncurkan pada 2015 dan melayani wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Fasilitas yang tersedia di kapal ini setara dengan kantor cabang daratan, mulai dari teller, customer service, petugas keamanan, mesin anjungan tunai mandiri (ATM), hingga mantri yang merangkap sebagai kateras kapal.

Kapal ini berlayar setiap Senin hingga Jumat, berangkat dari Kali Adem, Jakarta Utara. Dalam sebulan, total sekitar 20 hari kerja digunakan untuk melayani warga di pulau-pulau seperti Pulau Panggang, Pulau Kelapa, Pulau Tidung, hingga Pulau Untung Jawa. “Yang nggak terjangkau untuk transaksi perbankan ke kota, kita yang jemput bola ke sini melayani transaksi mereka di pulau,” kata Algi Meza, Kateras Kapal BRI Bahtera Seva I.

Jam operasional kapal ini mengikuti jam kerja bank pada umumnya, yakni pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB untuk teller dan pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB untuk customer service. Sementara itu, mesin ATM dapat diakses selama 24 jam. “Kalau ATM online terus, nggak pernah offline. Jadi kalau masyarakat mau ke ATM dipersilakan, 24 jam,” kata Algi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar