Sekelompok anak dari Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi perbincangan di media sosial setelah video parodi mereka yang menirukan momen-momen ikonik Piala Dunia FIFA 2026 viral di Instagram dan platform digital lainnya pada Selasa, 21 Juli 2026.
Popularitas mereka bermula dari unggahan akun Instagram @infomamuju_ yang memperlihatkan empat anak mengenakan atribut sepak bola sambil memeragakan berbagai adegan layaknya pertandingan Piala Dunia. Tiga di antaranya mengenakan jersey Timnas Argentina, sementara satu lainnya berperan sebagai wasit dalam beberapa adegan.
Video tersebut mendapat ribuan respons dari warganet karena dinilai kreatif meski dibuat dengan perlengkapan sederhana. Dengan latar jalan kampung, lapangan seadanya, dan akting spontan, mereka sukses menghadirkan hiburan yang mengingatkan publik pada momen-momen dramatis sepanjang Piala Dunia 2026.
Dalam unggahan itu, akun @infomamuju_ menuliskan bahwa aksi bocah-bocah tersebut bahkan menarik perhatian pengguna media sosial dari luar daerah hingga luar negeri. "Banyak yang bertanya, anak-anak ini berasal dari mana. Mereka berasal dari Majene, Sulawesi Barat, Indonesia," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Kreativitas Kampung yang Mendunia
Video-video parodi itu menampilkan beragam adegan khas sepak bola, mulai dari selebrasi gol, ekspresi pemain usai pertandingan, hingga momen pemeriksaan VAR yang diperagakan dengan gaya jenaka. Meski dibuat tanpa peralatan profesional, justru kesederhanaan tersebut menjadi daya tarik utama.
Banyak warganet menyebut aksi mereka terasa alami, menghibur, dan memperlihatkan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola. Momentum Piala Dunia 2026 yang baru saja berakhir turut membuat video tersebut semakin mudah menjangkau audiens luas. Di tengah ramainya konten pertandingan dan selebrasi juara dunia Spanyol, parodi dari Majene hadir sebagai hiburan yang ringan sekaligus menyegarkan.
Angkat Nama Majene di Media Sosial
Viralnya video tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa nama Majene dan Sulawesi Barat masuk dalam percakapan warganet di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet memberikan apresiasi atas kreativitas para bocah tersebut.
Mereka menilai karya sederhana itu membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar, melainkan lahir dari imajinasi dan semangat berkarya. Video parodi itu kini terus dibagikan ulang oleh berbagai akun, sekaligus menjadi contoh bagaimana konten lokal dari daerah mampu menarik perhatian publik nasional bahkan internasional ketika dikemas secara kreatif dan relevan dengan isu yang sedang hangat diperbincangkan.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Rampung, Deretan Rekor Terpecahkan dari Penonton hingga Negara Terkecil
Nico Williams Beri Medali Piala Dunia ke Sang Ibu, Kenangan Perjuangan Imigran
Argentina Catat Rekor Terburuk Final Piala Dunia: Nol Tembakan Sepanjang 90 Menit
Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Spanyol Rp897 Miliar, Kalah Jauh dari Anggaran Kipas Angin dan Makan Bergizi Gratis