Stadion Gelora Kie Raha di Ternate menyaksikan sebuah drama malam Sabtu yang tak terlupakan. Tanggal 7 Maret 2026 itu, PSM Makassar dan Malut United saling serang tanpa ampun. Gol datang silih berganti, emosi meluap, dan ketika peluit akhir berbunyi, skor 3-3 terpampang. Bagi PSM, angka itu lebih dari sekadar imbang.
Bisa dibilang, satu poin itu rasanya seperti kemenangan kecil. Pasukan Ramang bukan cuma menghindari kekalahan setelah tertinggal dua gol. Lebih dari itu, mereka menunjukkan kembali daya juang yang sempat memudar dalam beberapa pekan terakhir. Itu hal yang berharga.
PSM sempat unggul duluan lewat gol bunuh diri lawan. Sayangnya, keunggulan itu cepat menguap. Malut United malah berbalik mendominasi dan mencetak tiga gol, membuat skor menjadi 3-1 di babak kedua. Situasi yang bagi kebanyakan tim bisa jadi akhir dari segalanya.
Tapi PSM memilih untuk melawan.
Tekanan mereka tak kendur. Dua gol balasan berhasil diciptakan, menyelamatkan pertandingan dari kekalahan. Hasil imbang 3-3 itu, dalam tekanan berat musim ini, terasa sangat berarti. Sebuah titik terang.
Asisten pelatih Ahmad Amiruddin hampir tak bisa berkata-kata melihat usaha anak asuhnya.
“Saya tidak bisa berkata-kata lagi kepada pemain. Terima kasih atas kerja kerasnya. Inilah spirit anak Makassar,”
Ucapannya sederhana, tapi situasi di baliknya rumit. Pekan-pekan sebelumnya, PSM diguncang hasil yang tak menentu. Posisi di klasemen mulai mengancam, membuat klub besar ini merasa tak nyaman.
Di sisi lain, situasi kepelatihan sendiri masih dalam bayang-bayang ketidakpastian. Pelatih kepala Tomas Trucha secara status masih ada, namun untuk sementara nonaktif. Yang memegang kendali di lapangan kini adalah duet Zulkifli Syukur dan Ahmad Amiruddin.
Soal masa depan Trucha, Amiruddin mengaku itu bukan keputusan mudah.
“Info dari manajemen bahwa pengambilan keputusan terkait nasib Trucha tidak bisa sepihak. Harus ada tanggung jawab bersama dalam menentukan langkah,”
Di tengah semua ketidakjelasan itu, satu hal yang tetap menyala adalah kerja keras para pemain. Hasil dramatis di Ternate mungkin belum menyelesaikan semua masalah, tapi setidaknya menunjukkan adanya keberanian untuk bangkit. Dan dalam musim seperti ini, keberanian itulah yang bisa jadi pembeda antara bertahan atau tenggelam.
Imbang itu jelas jadi suntikan moral. Soliditas internal pelan-pelan kembali terbentuk. Amiruddin menekankan, hubungan antara pemain, pelatih, dan manajemen adalah fondasi yang menjaga PSM tetap berdiri. Ia juga tak lupa menyebut kekuatan lain: suporter.
“Mungkin suporter pesimis. Tapi di balik pesimis itu saya yakin mereka selalu memberi doa terbaik untuk PSM,”
Namun begitu, realitasnya tetap pahit: PSM masih berjuang menjauh dari jurang degradasi. Ancaman itu nyata. Bagi Amiruddin, justru itu yang memompa motivasi.
“Kami tak mau ke Liga 2,”
Tekadnya tegas. Bagi klub sekelas PSM, turun kasta adalah mimpi buruk. Tekanan itu sudah terasa bahkan sebelum laga di Ternate. Dalam konferensi pers sebelumnya, Amiruddin mengakui timnya sedang di fase sulit. Hasil buruk sempat menggerogoti kepercayaan diri.
Namun, ada secercah harapan. Beberapa pemain penting seperti Victor Luiz, Savio Roberto, dan kiper Hilman Syah sudah kembali. Itu memberi energi baru. Meski begitu, kondisi belum ideal. Gledson Martins, Salman Alfarid, dan Ananda Raehan masih dalam masa pemulihan. PSM terpaksa beradaptasi dengan skuad yang belum komplet.
Menurut Amiruddin, masalah utamanya bukan cuma siapa yang bermain. Ada hal lain yang lebih mengganggu: perbedaan mencolok antara performa latihan dan laga sesungguhnya. Di lapangan latihan, semuanya berjalan mulus. Intensitas tinggi, skema permainan rapi. Tapi begitu tiba di pertandingan resmi, semua itu sering kali menguap begitu saja.
Fenomena itulah yang kini jadi bahan perenungan dan analisis mendalam bagi para pelatih. Mencari tahu mengapa mentalitas itu bisa buyar saat dibutuhkan. Jawabannya akan menentukan jalan mereka ke depan.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Malut United dengan Empat Pilar Inti Absen
Cedera Lutut Jadi Tantangan Utama Megawati di Pasar Transfer V-League Korea
Penembakan di Piramida Teotihuacan Tewaskan Turis, Soroti Tantangan Keamanan Jelang Piala Dunia 2026
PSM Makassar Hadapi Persik di Laga Krusial untuk Hindari Zona Degradasi