Ramallah Seorang warga Palestina tewas ditembak tentara Israel di kota Silwad, timur Ramallah, Tepi Barat. Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 29 April 2026. Namanya, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, adalah Abdel Halim Ruhi Hammad. Identifikasi dilakukan oleh Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina. Sampai sekarang, jenazah korban masih ditahan militer Israel. Pihak berwenang di sana belum mau menyerahkannya. Menurut saksi mata, pasukan Israel menggerebek kota itu sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat. Mereka menggeledah rumah-rumah warga. Dalam operasi itu, tentara disebut-sebut melakukan kekerasan terhadap penduduk. Bahkan, ada satu korban luka yang dibawa paksa dari dalam rumah keluarga Ruhi. Di sisi lain, militer Israel punya versi sendiri. Mereka bilang operasi itu dilakukan setelah dua orang menyerang dua tentara Israel. Begini bunyi pernyataan resmi mereka: “Selama aktivitas operasional di desa Silwad, dua individu menyerang dua tentara Israel yang kemudian dievakuasi ke rumah sakit.” Begitulah, menurut laporan yang dikutip dari kantor berita asing. Insiden ini bukan yang pertama, dan mungkin bukan yang terakhir. Sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Tepi Barat terus meningkat. Angkanya? Perhimpunan Tahanan Palestina mencatat lebih dari 23.000 penangkapan dalam periode itu. Bayangkan. Belum lagi soal kekerasan. Data resmi Palestina menunjukkan sedikitnya 1.154 warga Palestina tewas akibat operasi militer dan serangan pemukim Israel. Ribuan lainnya luka-luka. Angka yang sulit dicerna, tapi nyata. (Keysa Qanita)
Artikel Terkait
Banjir Rendam Tiga Desa di OKU, 50 Rumah Terdampak dan Aktivitas Warga Terganggu
Menteri LH Siapkan Mitigasi Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat El Nino Panjang
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Peran TNI dalam Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Nasional
Taylor Swift Kritik Fans yang Terlalu Jauh Menebak Makna di Balik Lagu-lagunya