Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah

- Jumat, 06 Maret 2026 | 06:40 WIB
Wall Street Anjlok Diterpa Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah

Wall Street ditutup dengan catatan merah pada Kamis kemarin. Konflik di Timur Tengah yang sudah berlangsung enam hari, ditambah dengan agresi militer AS-Israel ke Iran, benar-benar mengguncang pasar. Investor dibuat kalang kabut oleh dua hal: lonjakan harga minyak dan tanda-tanda kapan Federal Reserve bakal turun tangan memangkas suku bunga.

Indeks Dow Jones anjlok cukup dalam, turun 784,67 poin (1,61%) ke level 47.954,74. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,56% menjadi 6.830,71. Nasdaq Composite relatif lebih tahan, hanya turun tipis 0,26% ke 22.748,99.

Nah, biang keroknya jelas dari harga komoditas energi. Minyak mentah AS melonjak 8,5% ke USD81 per barel level tertinggi sejak pertengahan 2024 lalu. Brent crude, patokan global, juga naik 4,9% ke USD85,41. Kenaikan gila-gilaan ini dipicu kekhawatiran serius: konflik yang meluas berpotensi mengganggu Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Lalu lintas kapal tanker di sana sudah menyusut drastis karena ancaman rudal dan drone.

“Lihat saja harga minyak hari ini, itu sudah menjelaskan segalanya tentang mengapa pasar saham turun,” ujar Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Baird Private Wealth Management.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar