Musim kemarau sudah di depan mata. Di Riau, yang akrab dengan sebutan Bumi Lancang Kuning, ancaman asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selalu mengintai. Nah, untuk mengantisipasinya, Satgas Karhutla Polda Riau punya cara baru. Mereka kini mengandalkan drone sebagai mata-mata di angkasa untuk memantau titik-titik panas atau hotspot lebih dini.
Pada Kamis lalu, tepatnya 5 Maret 2026, satu unit drone itu dipamerkan dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Lanud Roesmin Nurjadin. Acara yang dipimpin Menko Polkam Djamari Chaniago ini juga dihadiri Menhut Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Suharyanto. Di stan Polda Riau, Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan sempat memperkenalkan langsung teknologi tersebut kepada Djamari.
“Drone ini kami terbangkan di titik-titik rawan,” jelas Herry. Caranya, pesawat nirawak itu menangkap koordinat lokasi munculnya hotspot. Begitu dapat sinyal, datanya langsung dikirim ke petugas di lapangan. Dengan begitu, tim bisa bergerak cepat untuk memadamkan api sebelum kebakaran meluas. Cukup efektif, bukan?
Menariknya, drone ini ternyata punya tugas ganda. Selain mengawasi karhutla, alat ini juga dipakai untuk ‘mengintip’ aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kerap bermunculan di wilayah Riau. Jadi, satu teknologi untuk dua masalah sekaligus.
Di sisi lain, Djamari Chaniago menekankan bahwa apel ini bukan sekadar formalitas tahunan. Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kesiapan semua pihak, terutama di daerah rawan seperti Riau.
“Kita perlu ingat, alam akan bereaksi sesuai aksi kita. Sebaliknya, aksi kita juga menentukan bagaimana alam bereaksi. Intinya, bisakah kita berbuat baik untuk alam?” ujar Djamari.
Ia menegaskan bahwa merawat alam adalah tanggung jawab kolektif. Apel kesiapsiagaan ini, baginya, adalah titik awal untuk membangun kembali hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan.
“Alam pasti akan membalas dengan kebaikan. Ini prinsip dasar yang harus kita sadari. Selain tanggung jawab kepada bangsa, ini juga kewajiban kita menjaga karunia Allah SWT,” tegasnya.
Jadi, lewat drone dan komitmen bersama, harapannya musim kemarau tahun ini bisa dilalui dengan lebih baik. Langkahnya sudah dimulai, tinggal eksekusi di lapangan yang akan membuktikan hasilnya nanti.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bobby: Silakan Laporkan, Kami Tunggu
Polisi Bongkar Lab Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tangerang, Sita Barang Senilai Rp 762 Miliar
DPR dan Pemerintah Sepakat Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Drone Serang Lebanon Selatan, Gencatan Senjata 10 Hari Terancam Gagal