Langit Teheran tiba-tiba bergemuruh. Suara ledakan memecah kesunyian malam, diikuti dengan raungan pesawat tempur yang melintas cepat di atas ibu kota Iran itu. Situasi mencekam langsung menyergap kota.
Menurut laporan Aljazeera pada Jumat (6/3/2026), Israel akhirnya buka suara. Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bahkan, pihak Israel dengan gamblang menyebut telah melancarkan serangan "luas" ke Teheran dan mengerahkan pesawat tempur mereka di wilayah itu. Namun begitu, detail lebih lanjut tentang operasi militer ini ditutup rapat-rapat.
Koresponden Al Jazeera di lapangan melaporkan, suara keras itu terdengar sangat jelas oleh warga. Ledakan dan deru jet seolah datang dari langit di atas mereka.
Serangan ini bukan datang tiba-tiba. Sebelumnya, Iran lebih dulu melancarkan pembalasan. Mereka memborbardir Tel Aviv dengan hujan rudal dan roket. Ledakan dikabarkan terjadi di beberapa lokasi di wilayah tersebut.
Stasiun TV pemerintah Iran dengan lantang menyiarkan pernyataan mereka. Teheran, kata siaran itu, telah menembakkan rudal "ke sasaran di jantung Tel Aviv." Aksi ini disebut sebagai respons atas upaya Israel yang berusaha mencegat serangan Iran pada Kamis malam sebelumnya.
Di Tel Aviv, suasana tak kalah mencekam. Seorang wartawan AFP yang berada di lokasi mendengar dua gelombang ledakan dahsyat. Bunyinya nyaris bersamaan, menggema di seluruh penjuru kota yang gelisah.
Artikel Terkait
Sidang Kasus K3 Pecah: 6 Terdakwa Bersaksi, 5 Lainnya Tolak Termasuk Eks Wamenaker
Kumpulan Ucapan Hari Kartini 2026 untuk Media Sosial
Embarkasi Haji Palembang Siap Berangkatkan 7.036 Jamaah Mulai 22 April 2026
Analis UI: Sikap Ogah Iran ke Perundingan AS adalah Strategi Politik dan Tanda Rapuhnya Kepercayaan