Menteri Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian, Anggota DPR: Bukan Solusi Tepat

- Selasa, 28 April 2026 | 22:50 WIB
Menteri Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian, Anggota DPR: Bukan Solusi Tepat

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, baru-baru ini melontarkan usulan. Gerbong wanita, katanya, sebaiknya dipindahkan ke tengah rangkaian kereta. Ini muncul setelah kecelakaan antara KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Tapi, usulan itu langsung dapat kritik.

Dini Rahmania, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi NasDem, angkat bicara. Menurut dia, ide semacam itu bukanlah jawaban. "Saya tentu sangat prihatin atas insiden kecelakaan kereta tersebut, apalagi kita mendengar bahwa sebagian besar korban adalah perempuan. Ini menjadi duka bersama dan harus menjadi perhatian serius semua pihak," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Nada prihatin terdengar jelas dari pernyataan Dini. Tapi begitu soal usulan pemindahan gerbong, dia langsung menggeleng.

"Terkait usulan pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian, menurut saya itu bukan solusi yang menyentuh akar persoalan," tegasnya. Ia khawatir, solusi itu justru bisa menimbulkan korban baru. "Ketika kondisi ini terjadi sewaktu gerbong perempuan telah dipindahkan ke tengah, korban yang muncul bukan hanya seorang ibu, tetapi bisa juga kepala keluarga," tambah Dini.

Di sisi lain, politisi NasDem itu menilai pemerintah perlu melihat persoalan ini dengan kacamata yang lebih luas. Ia mengingatkan, penempatan gerbong wanita di bagian depan atau belakang rangkaian sebenarnya punya tujuan awal. "Kita perlu melihat masalah ini secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi penempatan gerbong," ujarnya.

Menurut Dini, posisi di ujung rangkaian entah depan atau belakang memudahkan penumpang. "Karena menurut kacamata saya, penempatan gerbong diletakkan di paling depan dan belakang dapat memudahkan memposisikan berdiri ketika menunggu kereta," jelasnya. Ia lalu menambahkan, "Apabila diletakkan di tengah, takutnya akan membingungkan karena jumlah gerbong pada kereta tidak sama."

Jadi, intinya begini: usulan menteri dianggap kurang pas. Bukan karena tidak peduli, tapi karena solusinya dinilai tidak menyentuh akar masalah. Dan yang lebih penting, jangan sampai solusi darurat malah menimbulkan persoalan baru yang lebih rumit.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar